Mobil BBM Oleng Lalu Meledak, Dua Korban Tewas Terbakar

Rabu, 29 Juni 2011, 23:40 WIB
Blogspot
Mobil BBM Oleng Lalu Meledak, Dua Korban Tewas Terbakar
Mobil terbakar, ilustrasi
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, KOLAKA - Tim Identifikasi dari Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyelidiki ledakan sebuah kendaraan pengangkut jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) yang menewaskan dua orang penumpangnya.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Kasman di Kolaka, Rabu. Sebuah mobil pribadi berwarna hitam jenis Suzuki Carry bernomor polisi DT 7540 CB mengangkut delapan jerigen berisi BBM jenis bensin meledak dan terbakar Selasa malam. 

Ledakan itu menewaskan dua dari empat penumpang di jalan poros Kolaka-Pomalaa, Kecamatan Wundulako. Menurut Sallun, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian itu mengatakan, mobil tersebut sedang melaju dari arah Kolaka tiba-tiba oleng dan terlihat kobaran api dari dalam mobil.

"Saat mobil ini berhenti di jalan raya di depan Markas Koramil nyala api dari dalam mobil makin membesar. Sopir dan satu penumpang yang duduk di depan melompat keluar, sedangkan dua penumpang lainnya terperangkap di dalam mobil yang terbakar itu," ujarnya.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun diduga mobil ini mengalami gangguan arus pendek dan terbakar langsung menyambar jerigen berisi BBM jenis bensin. Melihat kejadian itu warga sekitar berusaha memadamkan api dengan menggunakan air dan pasir yang diambil dari selokan setempat. Sekitar 30 menit kemudian muncul bantuan mobil pemadam kebakaran dari pemerintah setempat, sehingga kobaran api itu padam.

Dua dari empat penumpang mobil tersebut tewas hangus terbakar di dalam kendaraan itu masing-masing bernama Tawil (45) bersama keponakannya, Rendi (7). Sementara itu sopir yang juga pemilik kendaraan itu, Sulaeman dan satu penumpang lain yang selamat, Aslin yang juga ayah korban Rendi, mengalami luka bakar cukup serius di di sekujur tubuh mereka dan kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Ibu korban Rendi yang datang di tempat kejadian itu tampak menangis histeris dan pingsan saat melihat kondisi anaknya yang sudah tewas terbakar di dalam kendaraan itu.

Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara
Jabir bin Abdullah berkata, "Kami tidak makan dari daging unta kami lebih dari hari di Mina. Lalu, Nabi memberi kemurahan kepada kami seraya bersabda, "Makanlah dan berbekallah. Maka, kami makan dan berbekal." (HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...