Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Korban Aek Latong Jadi 19 Orang

Selasa, 28 Juni 2011, 17:59 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN -- Evakuasi para korban kecelakaan bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Aek Latong, Sumatera Utara (Sumut),  dinyatakan selesai. Ini  seiring dengan ditemukannya korban terakhir, Siti Rahayu (30),   warga Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, kemarin (28/6).

Dengan demikian jumlah korban yang tewas akibat kecelakaan di cekungan maut Aek Latong itu seluruhnya sebanyak 19 orang. Proses evakuasi korban terakhir berhasil dilakukan setelah tim evakuasi dibantu puluhan warga setempat mengerahkan dua alat berat ke lokasi untuk mengangkat bus yang nahas itu dari dalam telaga, pada Senin sore.

Meski operator alat berat sempat mengalami kesulitan mengangkat bus dari dalam telaga, akhirnya bus dapat diangkat ke permukaan dibantu dengan personil polisi, tentara dan masyarakat..

“Proses evakuasi sudah berakhir,” kata AKP SL Widodo, Kasatlantas Polres Tapanuli Selatan, kemarin. Namun, pihaknya masih mengejar sopir bus ALS, Unggul, yang melarikan diri bersama keneknya. Kedua sopir dan kenek bus ini, kata polisi, melarikan diri setelah bus yang mereka kendalikan tercebur ke dalam telaga Aek Latong.

Pelaksana tugas gubernur (Plt) Sumut, Gatot Pujo Nugroho, yang mengunjungi lokasi kejadian pada Senin lalu, menyatakan keprihatinannya dan menyatakan turut berduka cita atas atas musibah Aek Latong tersebut.  Didampingi Kadis Jalan dan Jembatan,  Marapinta Harahap, Kadis Tarukim, Gatot  berjanji akan  memperbaiki  Jalan Aek Latong yang merupakan Jalan Lintas Provinsi –Sipirok  Tapanuli Selatan.

 

Reporter : nian poloan
Redaktur : taufik rachman
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengurangan Subsidi BBM Pemerintahan Baru RI
WASHINGTON -- Larinya modal akibat normalisasi kebijakan fiskal Amerika membuat investor berpikir dua kali sebelum menanam modal di negara emerging market termasuk Indonesia. Untuk...