Jumat , 04 March 2011, 16:57 WIB

Unibraw Kembalikan SPP Rp8,9 M ke Mahasiswa

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG- Universitas Brawijaya (UB) terpaksa harus mengembalikan kelebihan pembayaran Sumbangan Pengembagan Pendidikan (SPP) mahasiswa sebesar Rp8,9 miliar yang dipungut pada awal tahun akademik 2010/2011.

Menurut Kepala Biro Administrasi Keuangan (BAK) UB Imam Syafi'i, Jumat, mengatakan, pengembalian kelebihan pembayaran sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan dan sumbangan pengembangan institusi pendidikan tahun 2010/2011 ini lebih besar ketimbang sebelumnya (2009/2010).

"Tahun ini UB mengembalikan kelebihan pembayaran sekitar Rp8,9 miliar, sedangkan tahun lalu hanya sebesar Rp3,4 miliar. Dan, pengembalian ini sebagai konsekuensi dari diberlakukannya SPP proporsional yang sudah diterapkan sejak tahun 2007 lalu," tegasnya.

Ia mengakui, pada awal mereka (mahasiswa baru) masuk, besarnya biaya dipukul rata dulu, namun setelah itu dilakukan verifikasi data mahasiswa.Setelah ada verifikasi data, pihaknya baru bisa menerapkan SPP proporsional, yakni beban biaya perkuliahan disesuaikan dengan tingkat kemampuan (ekonomi) orang tua mahasiswa.

Setelah dilakukan verifikasi dan SPP proporsional bisa diberlakukan, katanya, pihaknya kelebihan pembayaran mahasiswa yang mencapai 8,9 miliar dari jumlah mahasiswa sebanyak 3.114 orang.

Dana pengembalian tersebut, katanya, paling besar adalah Fakultas Teknik (FT) yang mencapai Rp1,9 miliar untuk 488 mahasiswa dan terkecil adalah untuk mahasiswa baru Faluktas Kedokteran Hewan (FKH) yang hanya sebesar Rp54 juta untuk 27 mahasiswa.

Jadwal pengembalian kelebihan pembayaran tersebut mulai bisa diproses 27 Februari hingga Jumat (4/3) hari ini.

Penerapan SPP proporsional bagi mahasiswa UB tersebut mulai diberlakukan tahun 2007 dengan tujuan adanya pemerataan dan berkeadilan, perluasan kesempatan, efesiensi, transparansi serta akuntabilitas publik.

"Bagi mahasiswa yang kondisi ekonominya benar-benar lemah bisa dibebaskan murni (biaya nol rupiah) dan yang ekonomi orang tuanya mampu juga dikenakan SPP lebih besar (tinggi)," tegasnya.

Padahal, belum lama ini ratusan mahasiswa kampus itu menggelar unjuk rasa dan menggalang tanda tangan yang menolak pemberlakuan SPP proporsional dan sumbangan yang setiap tahun mengalami kenaikan.

Sumber : Antara