Monday, 20 June 2011, 07:57 WIB

Nada dan Dakwah ala Raja Dangdut Dihadiri Ribuan Warga

Red: cr01
Antara
Sang Raja Dangdut Rhoma Irama.
Sang Raja Dangdut Rhoma Irama.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA - Ribuan warga Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, antusias menghadiri tabligh akbar yang disampaikan oleh dai kondang yang juga terkenal dengan julukan "Raja Dangdut", H Rhoma Irama, di Lapangan Sanaman Mantikei, Palangka Raya, Sabtu (18/6) malam.

Meskipun acara puncak baru dimulai pukul 22.30 WIB, namun ribuan umat Muslim tetap tidak mau beranjak dari tempat pelaksanaan kegiatan, sebelum mendengarkan siraman rohani yang sudah lama ditunggu-tunggu. Kendati di tempat penyelenggaraan tabligh akbar, penerangan lampu di tribun penonton kurang mendukung, namun tidak mengurangi dan mengusik kenyamanan ribuan warga yang duduk di tempat itu.

Fatimah, warga setempat, mengatakan figur raja dangdut Rhoma Irama masih belum dapat tergantikan oleh siapa pun. "Lagu-lagunya mudah dihapal dan diingat serta tidak membosankan. Selain itu, Rhoma Irama tidak hanya sebagai penyanyi dangdut, namun juga sering melakukan dakwah," ujarnya.

Ketika mengawali tabligh akbarnya, Rhoma Irama dengan suara merdu dan lantang melantunkan beberapa syair lagunya untuk menghilangkan rasa jenuh para warga yang sudah berjam-jam menunggu. "Sekian lama, kamu menungggu, untuk kedatanganku. Bukankan aku sudah berjanji untuk datang padamu..."

Petikan lirik dari salah satu albumnya yang berjudul 'Menunggu' itu mengundang tepuk tangan meriah dari ribuan warga.
 
Dalam ceramahnya, Rhoma mengajak masyarakat untuk menginfakkan hartanya di jalan Allah. Orang yang suka berinfak akan mendapat berbagai keuntungan seperti akan dimakmurkan rezekinya dan terhindar dari bencana. "Setiap kita mempunyai kelebihan rezeki, yuk kita datangi masjid untuk berinfak," ajak Bang Haji.

Selain itu, Rhoma juga mengajak warga untuk mengembalikan kejayaan Islam dengan cara bersatu, tidak materialistis dan tidak takut berjuang menegakkan kebenaran.

Menurut Bang Haji, bangsa Indonesia merupakan mayoritas Islam di dunia, namun sangat menyedihkan karena bermunculan Muslim-Muslim eksklusif yang saling mengkafirkan satu sama lain. "Kita banyak tapi kita terpecah belah, kita banyak tapi kita lemah," tegasnya.


Sumber : Antara
loading...

Berita Terkait