Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Didor saat Pulang, Bupati Bener Meriah Trauma tak Berani Keluar Pendopo

Jumat, 03 Juni 2011, 06:04 WIB
Komentar : 0
hariansib.info
Tagore AB
Tagore AB

REPUBLIKA.CO.ID,BANDA ACEH - Bupati Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Tagore AB mengaku trauma pascapenembakan atas dirinya. Dia coba didor ketika pulang dari Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (1/6) malam, sehingga dirinya belum berani keluar dari pendopo.

"Saya sedikit trauma dan belum berani keluar pendopo," katanya.

Tagore memutuskan untuk sementara tidak keluar dari pendopo dulu. Ia ingin mengikuti perkembangan kasusnya dengan berdiam diri di pendopo bersama keluarga. "Saya belum tahu perkembangan di luar seperti apa. Saya belum berani keluar," kata dia.

Mobil yang dinaiki Bupati Tagore ditembak oleh orang tak dikenal di daerah Uning Bersah, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, sekitar pukul 21.30 WIB. Menurut Bupati, pelaku mengenderai dua unit mobil Avanza berwarna hitam flat polisi BK. Setelah melakukan penembakan, pelaku melarikan diri ke arah Kabupaten Bireuen.

Walau mobil tersebut ditembus oleh tiga peluru, tidak ada korban. Termasuk Bupati Tagore yang selamat dari penembakan tersebut.

Bupati Tagore mengatakan Hingga kini ia belum mengetahui motif penembakan yang menimpanya. Karena, selama ini ia merasa tidak mempunyai masalah dengan siapa pun di Bener Meriah dan Aceh Tengah. "Saya juga tidak pernah menerima ancaman atau pesan pendek teror sebelumnya," katanya.

Pemberondongan itu terjadi ketika ia pulang dari Takengon Kabupaten Aceh Tengah menuju pendopo di Redelong, Bener Meriah. Namun begitu memasuki ujung jembatan di Desa Uning, mobil CRV BL 1 YA yang ia tumpangi langsung diberondong. Tembakan kedua dilepaskan pelaku lain yang sudah menunggu di ujung lain jembatan.

Peluru tembus kaca depan dan samping kiri mobil. "Alhamdulillah tembakan tidak mengenai saya dan supir," kata Tagore.

Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar