Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polrestabes Surabaya Janji Cari Pelaku Pemukulan Tiga Wartawan

Saturday, 07 May 2011, 21:45 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Wakapolrestabes Surabaya AKBP M. Iqbal berjanji, mencari beberapa oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap tiga wartawan ketika meliput aksi damai yang digelar massa etnis Tiong Hoa Falun Dafa di depan Taman Surya Balai Kota, Surabaya.

"Pengeroyokan dan pemukulan terhadap rekan media langsung kami respon, dan akan mengumpulkan semua anggota yang bertugas pengamanan aksi damai Falun Dafa," ujarnya kepada wartawan di Mapolrestabes, Jalan Taman Sikatan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Pihaknya juga minta maaf atas insiden yang mengakibatkan tiga wartawan mengalami luka lebam di bagian wajah tersebut. Ia bahkan siap melakukan pertemuan dengan media untuk membahas kasus ini. "Kami harap segera menemui titik terang dan terselesaikan. Semua anggota akan saya tanyai dan menindaklanjutinya," tukas mantan Kapolres Sidoarjo tersebut.

Sementara itu, tiga wartawan melaporkan kasus pemukulan yang menjadi korban beberapa oknum polisi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Surabaya, Sabtu.

Masing-masing korban yakni kontributor Trans7 Lukman Rozak, reporter Radio El-Shinta Septa Rudianto, dan reporter TVRI Joko Hermanto. Mereka diantar puluhan wartawan lainnya dan meminta polisi mengusutnya sampai tuntas.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Hari Tambahyong berharap kepada penyidik dan pimpinan kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini dan tidak ditutup-tutupi.

Bahkan, ia meminta agar pelaku dan dalang aksi pemukulan terhadap insan pers yang sedang melakukan pekerjaannya meliput peristiwa bisa diadili secara hukum ataupun sesuai kode etik kepolisian.

"Semoga ini bisa menjadi pembelajaran dan pengalaman bagi kita semua. Kami harap ini yang terakhir dan tidak ada lagi kasus serupa untuk kedepannya," papar pria yang juga wartawan MNC Group tersebu

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...