Saturday, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sembilan Akiran Kepercayaan di Sumbar Berstatus Terlarang

Saturday, 09 April 2011, 12:59 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Sembilan dari 31 aliran kepercayaan yang ada di Sumatera Barat dinyatakan dilarang. Kepala Kementerian Agama Sumatera Barat melalui Kepala Bidang Humas M Rifki, Sabtu, mengatakan, berdasarkan data dari Kejaksaan Tinggi, pada 2011 terdapat sembilan aliran kepercayaan yang dinyatakan dilarang dan dalam pengawasan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem).

Ia menyebutkan sembilan aliran kepercayaan yang dilarang dan dalam pengawasan itu adalah Jami'atul Islamiyah, Islam Murni, Islam Jama`ah, Inkarsunnah, Ajaran Darul Arqam, Jema`at Ahmadiyah Indonesia, Thariqat Naqsyabandiyah Yayasan Kiblatul Amin II, dan Ajaran Al Qiyadah Islamiyah, Pengajian Abdul Karim Jama'. "Saat ini terdapat 31 aliran kepercayaan di Sumbar yang berada dalam pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, sembilan di antaranya dilarang," katanya, Sabtu (9/4).

Menurut dia, secara umum 31 aliran kepercayaan tersebut dan pengikutnya tersebar di seluruh wilayah di Sumatera Barat yang terdata hingga Maret 2011. "Dalam hal ini, Kemenag Sumbar berkewajiban melakukan pembinaan bersama dengan instansi terkait, seperti Majelis Ulama Indonesia, Kejaksaan Tinggi, dan Forum Kerukunan Umat Bersama (FKUB) Sumbar," katanya.

Ia mengatakan selain dari sembilan aliran kepercayaan yang dilarang, ada tujuh aliran kepercayaan yang dalam pengawasan Bakorpakem, yakni Naksabandiyah, Sattariyah, Zamaniyah, Muffarradiyah, Baha'i, Ajaran Perkumpulan Siswa Al-kitab Saksi Yahova, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, dan Ajaran Thariqat Suluk Buya Khalidi.

Kemudian, kata dia, aliran kepercayaan yang dilarang dan sudah tidak aktif lagi yaitu Ajaran Ilmu Sejati, Rukun 13, Agama Allah, Al-Jamaah Qur`an dan Hadist, Ajaran Tarikat Mukarabin, Ajaran Payung Tigo Sekaki, Kerajaan Islam Internasional, Tharikat Kasathariyah, Ajaran Pakih Kurin, Ajaran Buya Zed, Ajaran Zaini Dt Rangkayo Besar, Ajaran Attadzkir, Ajaran Yamisa, Ajaran Jama`ah Keimanan dan Alqiyadah Alislamiyah.

Ia mengatakan untuk mencegah terjadinya gesekan antarpenganut kepercayaan, Kemenag Sumbar melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) melakukan pencerdasan kepada masyarakat agar dapat membina toleransi antarpenganut kepercayaan. "Sedangkan untuk aliran kepercayaan yang dilarang, FKUB akan melakukan pendekatan secara persuasif guna meluruskan pemahaman mereka terhadap ajaran agama yang diakui di Indonesia," katanya.


Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...