Rabu, 7 Zulhijjah 1435 / 01 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Buah Khas Kalimantan Selatan, Kasturi, Nyaris Punah

Kamis, 24 Maret 2011, 01:56 WIB
Komentar : 1
Buah kasturi
Buah kasturi

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN--Buah khas Kalimantan Selatan, Kasturi, kini sudah tidak ditemukan lagi di hutan alam, kalaupun masih ada hanya yang ditanam di pekarangan, kata Kepala LIPI Prof Lukman Hakim di Banjarmasin, Rabu.

Hal itu dikatakan Lukman Hakim usai penandatanganan kerja sama antara LIPI, Pemprov Kalsel dan pengelola Kebun Raya di Banjarmasin Rabu. "Seperti buah Kasturi yang merupakan buah khas daerah ini kini sudah tidak ditemukan lagi di alam, kalaupun masih bisa ditemukan pohonnya berupa kasturi pekarangan," katanya.

Menurut Lukman, pembabatan hutan dan alih fungsi lahan untuk pertambangan dan perkebunan membuat sebagian besar spisies flora dan fauna khas Kalsel banyak punah. Hal-hal tersebut diatas, kata dia, tentu sangat disayangkan karena keanekaragaman hayati tersebut tidak bisa ditemukan di daerah lain, sehingga perlu segera dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk menyelamatkan kekayaan alam Kalsel yang masih tersisa.

Buah Kasturi merupakan buah lokal di Kalimantan Selatan yg bentuknya mirip dengan mangga kecil, dan memiliki rasa yg sangat manis serta aroma yang harum menyengat. Salah satu langkah antisipasi tersebut antara lain kata dia, dengan dibangunnya kebun raya di Kalsel yang akan membudidayakan tumbuhan langka dan obat-obatan khas daerah ini.

Menanggapi tentang kerusakan lingkungan di Kalsel, kata dia, perlu ada regulasi agar hasil tambang dan kekayaan alam Kalsel tidak diekspor berupa bahan mentah. "Kalau batu bara sebisanya yang diekspor adalah baranya jangan batunya, sehingga bisa menimbulkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar," katanya.

Redaktur : Johar Arif
Sumber : Antara
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hasyim Muzadi: Pilkada oleh DPRD Bisa Timbulkan Polusi Pemikiran
 JAKARTA -- Mantan Ketua Umum NU, Hasyim Muzadi menilai disahkannya pemilihan kepala daerah oleh DPRD disinyalir mampu menurunkan kredibilitas kepala daerah. Selain itu diberikannya...