Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bus Masuk Jurang di Sumedang Akibat Kelalaian Manusia

Rabu, 01 Februari 2012, 20:56 WIB
Komentar : 0
Antara
Kecelakaan bus (ilustrasi)
Kecelakaan bus (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus penumpang umum terjadi di Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang pada Rabu (1/2) pada pukul 16.15 WIB (sebelumnya pukul 18.05 WIB). KEcelakaan diakibatkan kelalaian manusia.

"Penyebab kecelakaan lalu lintas diperkirakan akibat kelalaian pengemudi yang tidak melihat situasi dan kondisi medan jalan di TKP yang menurun dan banyak tikungan. Sehingga berkecepatan tinggi akan terjadi kecelakaan," jelas Kapolres Sumedang, AKBP Arman Achdiat saat dihubungi Republika, Rabu (1/2).

Ia menjelaskan kecelakaan terjadi pada bis Maju Jaya dengan nomor polisi Z 7761 A yang dikemudikan Asep Iwan (37 tahun), beralamat di Cikaramas, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Saat ini ia masih di tempat kejadian perkara (TKP) terjadinya kecelakaan bus yang masuk jurang di Kecamatan Wado, Sumedang, Jawa Barat.

Kecelakaan ini, lanjutnya, diakibatkan rem blong sehingga bus menabrak belakang truk dengan nomor polisi E 8705 YA yang dikemudikan Enco Jasman (50 tahun).


"Pengemudi bis Majujaya, Asep Iwan telah diamankan di Mapolres Sumedang," ujarnya.

Akibat peristiwa ini, 10 orang dinyatakan tewas dan 21 lainnya luka-luka. Lima korban tewas telah teridentifikasi yaitu Tati (45 tahun), Suhendar (31 tahun), Maman Sutarman, Arya (20 tahun) dan Mujahidin (40 tahun). Sedangkan lima orang lain belum dapat diidentifikasikan identitasnya.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Snapchat Siap Saingi Facebook dan Twitter
WASHINGTON DC -- Setelah Facebook dan Twitter terbukti bisa memanfaatkan penggunanya untuk meraup pemasukan iklan, giliran Snapchat dilirik investor. Snapchat bahkan divaluasi tiga...