Sunday, 26 Zulqaidah 1435 / 21 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Desa Peradaban, Solusi Cegah Urbanisasi

Thursday, 26 January 2012, 06:21 WIB
Komentar : 0
Kawasan desa (ilustrasi)
Kawasan desa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Urbanisasi masih menjadi persoalan pemerintah saat ini. Daya tarik kota ditambah sulitnya mengembangkan diri di desa, menjadi faktor utama masyarakat memilih hidup di Kota. Akibatnya, banyak warga desa melakukan urbanisasi, meninggalkan desa menuju 'kehidupan lebih baik' di kota.

Untuk mencegah arus urbanisasi, desa perlu dikembangkan. Konsep desa peradaban salah satu solusinya. 

Hal itu dikatakan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dalam Seminar Nasional 'Urgensi Pendidikan Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian dalam Pembangunan Pertanian Indonesia' di Universitas Padjadjaran Jatinangor, Rabu (25/1).

"Dibutuhkan langkah-langkah untuk mengatasi persoalan urbanisasi ini. Salah satunya adalah dengan membuka kawasan baru atau dengan memajukan desa-desa yang ada. Seperti konsep pengembangan desa peradaban," ujar Heryawan.

Dia menjelaskan, kawasan baru di sini diartikan sebagai kawasan yang lengkap dengan penunjang sosial dan ekonomi secara menyeluruh. Bukan sekedar perumahan mewah atau real estate semata. Tetapi kawasan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti pasar, rumah sakit dan sarana-sarana lainnya.

Mengenai desa peradaban ini, Heryawan mengungkapkan, Pemprov Jabar sendiri sudah mencanangkan program pembangunan desa peradaban sejak 2008 lalu. Tahun lalu, sebanyak 100 desa menerima bantuan dana dari Pemprov dengan nilai masing-masing Rp 1 miliar. Tahun ini, besaran yang sama juga akan disalurkan untuk 150 desa. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur di tiap-tiap desa tersebut.

Heryawan berpendapat, syarat-syarat sebuah desa peradaban harus memiliki tempat ibadah, pasar, sekolah, kesehatan (RS), balai pertemuan. "Sarana-sarana ini menjadi penting dalam membangun sebuah perdaban," tegas Heryawan.

Program desa peradaban diakui Heryawan sudah memperlihatkan hasil di Kabupaten Kuningan. Beberapa kecamatan di kabupaten tersebut yang dulunya sepi, hari ini sudah menjadi kawasan yang ramai dengan aktivitas ekonomi.

Apakah program desa peradaban sudah menyentuh fenomena TKI/TKW? 

"Belum, tapi akan mengarah ke sana juga nantinya. Saat ini kita fokuskan ke infrastruktur dulu," pungkas Heryawan.

Reporter : Ahmad Islamy Jamil
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...