
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Penolakan terhadap masuknya ikan impor ke Kabupaten Indramayu, semakin meluas. Kali ini, penolakan disampaikan seratusan massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dengan berunjuk rasa di depan gedung DPRD Indramayu, Jumat (20/1) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.
Dalam orasinya, salah seorang massa, Muji, mengungkapkan, keberadaan ikan impor akan menyengsarakan nelayan tradisional. Padahal, nelayan tradisional saat ini sedang terpuruk akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di laut. "Jangan tambah penderitaan nelayan dengan masuknya ikan impor," tegasnya.
Muji pun menuding, ada oknum yang bermain terkait masuknya ikan impor ke Indramayu beberapa waktu yang lalu. Dia meminta agar oknum tersebut ditindak tegas.
Salah seorang anggota dewan, Haris Solihin, di hadapan pengunjuk rasa mengungkapkan, lembaganya pun memiliki sikap yang sama dalam masalah ikan impor. Dia menyatakan, menolak dengan tegas masuknya ikan impor ke wilayah Kabupaten Indramayu.
Seperti diketahui, ikan impor ditemukan di gudang pendingin milik Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Barat di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (6/1). Ikan kemasan dalam kardus yang siap dipasarkan itu terdapat tulisan 'Frozen Mackerel' dan tulisan dalam huruf Cina.
Hal itupun langsung mendapat reaksi keras dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Jawa Barat maupun Serikat Nelayan Tradisional (SNT). Kedua organisasi itu menolak masuknya ikan impor karena akan menimbulkan penderitaan pada nelayan tradisional. N lilis
akibat ulah cukong cukong yang berpikiran cari untung sesaat tanpa memikirkan dampak bagi rakyat terutama nelayan kecil...ironis indonesia laut nya yang kaya raya tak sanggup lagi menghidupi nelayan....
Balas1.seharusnya tidak hanya ikan , produk/jenis yang lain juga harus di tolak, kapan kita bangga dan mengguinakan produk dalam negeri\
Balas2.Tapi sayang yang disana dah memberikan contoh import yang fantastis (gak tau malu)
ada-ada saja massa, yang saya tau ikan yang boleh di impor itu jenisnya tidak ana di indonesia, dan semua itu sangat membantu dalam mencukupi pasokan usaha rumahan para pemindang...
Balas