Selasa, 25 Ramadhan 1435 / 22 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dampak Tawuran, Kantor Polsek Dirusak Warga

Senin, 05 September 2011, 16:11 WIB
Komentar : 0
Antara/Sigid Kurniawan
Dampak tawuran warga (ilustrasi)
Dampak tawuran warga (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI – Kantor Polsek Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi dirusak massa, Ahad (4/9) malam. Akibatnya kaca di kantor Polsek pecah.

Informasi yang diperoleh dari Polres Sukabumi menyebutkan, pengrusakan kantor Polsek yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB tersebut dipicu oleh adanya aksi tawuran antar warga yang menyebabkan seorang warga Kampung Gunung Endut tewas.

Ratusan warga yang marah mendatangi kantor Polsek untuk mencari pelaku pembunuhan dan barang buki, yang informasinya diamankan di Polsek. "Memang benar massa yang emosi melempar kaca jendela Polsek hingga pecah," ungkap Kapolres Sukabum, AKBP Bagus Srigustian, kepada wartawan, Senin (5/9).

Namun, aksi tersebut bisa diredam setelah aparat kepolisian menenangkan massa. Ditambahkan Bagus, massa kesal karena tidak bisa menemukan pelaku pembunuhan yang telah diamankan ke Polres Sukabumi di Palabuhanratu. Massa juga tidak bisa menemukan barang bukti kendaraan yang digunakan oleh pelaku pembunuhan.

Bagus mengatakan, aksi tawauran antar warga disebabkan adanya saling ejek antara pengendara mobil bak terbuka dengan angkutan kota (angkot) di jalanan. Kedua pengendara tersebut berpapasan ketika pulang liburan dari kawasan wisata Pantai Palabuhanratu. Dampaknya tawuran menyebabkan seorang warga luka parah. Korban sempat di bawa ke rumah sakit tapi akhirnya meninggal dunia.

Polisi telah menetapkan dua orang tersangka pelaku pembunuhan. Keduanya kini ditahan di Mapolres Palabuhanratu. Terkait aksi pengrusakan, kata Bagus, polisi masih bisa memberikan toleransi. "Tidak ada seorang warga pun yang diamankan polisi. Terlebih, saat ini kondisi di Kalapanunggal sudah kondusif."


Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : cr01
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar