Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Chasan Sochib, Sang Pendekar Banten, Meninggal Dunia

Kamis, 30 Juni 2011, 07:51 WIB
Komentar : 1
kabarbisnis.com
Chasan Sochib (paling kiri) di antara para koleganya.
Chasan Sochib (paling kiri) di antara para koleganya.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG – Ayah kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, TB H Chasan Sochib, meninggal dunia, hari Kamis pukul 03:55 WIB di Rumah Sakit Sari Asih, Serang.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Banten, Komari, mengatakan sebelum menghembuskan nafas terakhir, Chasan Sochib yang juga Ketua Umum Kadin Banten dua periode tersebut sempat dirawat beberapa jam di RS Sari Asih.

"Sebelum meninggal, beliau dirawat hanya beberapa jam, dan sampai sekarang kami belum mengetahui secara resmi penyebab beliau meninggal. Tapi yang pasti beliau dilarikan ke RS Sari Asih pukul 02: 00 WIB tadi," tutur Komari, Kamis (30/6).

Saat ini, kata Komari, jenazah ayah kandung Gubernur Ratu Atut sudah disemayamkan di kediamannya di Ciceri, kota Serang. "Sekarang jenazah beliau sudah disemayamkan di rumah duka, dan semua keluarga besarnya sudah berkumpul," katanya menjelaskan.

Rencananya, jenazah akan dishalatkan dan dimakamkan di Ciomas, Kabupaten Serang. Menurut info yang diterima Humas dan Protokol Banten, sekitar pukul 10:00 WIB nanti jenazah Chasan Sochib akan dibawa ke Ciomas.

Pantauan di rumah duka, tampak keluarga besar almarhum sudah berkumpul, terlihat juga sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Selain menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Banten, almarhum Chasan Sochib saat ini juga masih tercatat sebagai Ketua Umum Pendekar Banten.


“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  jack Minggu, 4 September 2011, 14:47
emoga di terima iman islamnya,diampunai dosanya,di terangkan alam kuburnya
  nengsih Jumat, 15 Juli 2011, 02:32
hatur nuhun gusti...suganteh eta jawarah moal nampi ajal ti mh suci.. ternyata ech ternyata,,MODAR oge eta si Kacong.. semoga d berikan Imbalan yang setimpal amin...
  upil ijo Jumat, 1 Juli 2011, 13:45
Alhamdulillaah...
  Kaum tertindas Jumat, 1 Juli 2011, 11:11
Kami ingin peubahan secepatnya!!!! Banten Bangkitlah....Banten bersatulah...Rapatkan barisan...
  kau Jumat, 1 Juli 2011, 09:20
meninggalnya orang yg baik pasti penuh dgn do'a.. mampusnya orang yg buruk membawa kebahagian bagi kita yg tertindas.. smoga amal ibadahmu diterima disisi Allah dan diberikan neraka jahanam untukmu.. hidup banten..