Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pasca-John Key, MUI NTT Ajak Perang Melawan Preman

Minggu, 19 Februari 2012, 12:48 WIB
Komentar : 0
John Key
John Key

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tengara Timur NTT), Abdul Kadir Makarim mengatakan, penangkapan salah satu tokoh preman John Key harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat bangsa ini untuk menabuh genderang perang melawan preman.

"Saya berpendapat bahwa, saat ini merupakan yang paling tepat untuk kita menabuh genderang perang memberantas preman yang selama ini meresahkan masyarakat," kata Abdul Kadir Makarim, di Kupang, Ahad (19/2) terkait penangkapan Jhon Key dan perlunya operasi pemberantasan preman di Indonesia.

Jhon Key, tokoh muda asal Indonesia Timur ditangkap anggota Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) dengan menembak kakinya karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap pada Jumat (17/2).

Penangkapan itu dilakukan karena Jhon Key diduga terlibat pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono alias Ayung dengan motif menagih janji uang kesepakatan mendapatkan proyek.

Makarim menambahkan, aparat penegak hukum perlu melakukan koordinasi secara nasional dan mulai mengambil langkah-langkah tegas dalam memberantas preman yang semakin merajalela dan meresahkan masyarakat.

Dalam kaitan ini, seluruh elemen masyarakat bangsa ini, harus memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum bahkan kalau perlu, terlibat bersama aparat keamanan untuk melakukan pemberantasan preman di lapangan.

"Saya kira, Kapolri harus mengumumkan secara resmi untuk menggelar operasi khusus pemberantasan preman sampai ke seluruh pelosok tanah air. Masyarakat tentu akan mendukung penuh," kata Abdul Kadir Makarim.

Jika aparat kepolisian tidak bisa melakukan operasi sendiri maka, bisa melibatkan intelijen dari semua satuan keamanan untuk bersama menggelar operasi membersihkan preman dan membebaskan negara ini dari preman, kata Abdul Kadir Makarim.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  sergio Rabu, 22 Februari 2012, 16:18
hukum tu korupsi.. korupsi koruptor ajahhh masalanya tumpang tindi tidak adah penyelesainya. bru mau berantas preman. buka lapangan kerja yang banyak untuk preman juga bisah kerja...........
  Nurk Senin, 20 Februari 2012, 12:10
Hukum seperti mereka lakukan mereka membunuh hukum tembak tegak ka hukum syari'ah
  robienbonk Senin, 20 Februari 2012, 10:57
HEDEW....preman tuh bekerjasama sama wak solipi.... dipelihara kok mau diberantas...wkwkwk . sulit kaleee....
  asep Minggu, 19 Februari 2012, 20:12
apa jadinya kalau premanjuga di pelihara oleh aparat atau mantan aparat< kalo bisa polri tidak pilih kasih terhadap preman yang ada diseluruh negeri ini,ayo jadikan indonesia tanpa preman ,bravo polri
  mad Minggu, 19 Februari 2012, 20:07
berantas preman gampang...kirim aja FPI

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...