Tol Jakarta-Cikampek Masih Lumpuh Hingga Sore ini

Jumat, 27 Januari 2012, 17:07 WIB
Tol Jakarta-Cikampek Masih Lumpuh Hingga Sore ini
Pekerja demonstrasi melakukan aksi blokir jalan tol Jakarta-Cikampek, Cibitung, Jawa Barat, Jumat (27/1). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Marga Tbk selaku operator tol Jakarta-Cikampek mengumumkan, sampai pukul 15.00 WIB, tol Jakarta-Cikampek masih lumpuh akibat demo buruh Bekasi di ruas tol itu.

"Sampai pukul 15.00 WIB, tol Jakarta-Cikampek masih lumpuh," kata Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Adityawarman saat dihubungi di Jakarta, Jumat (27/1).

Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk Okke Merlina menjelaskan, pemblokiran dilakukan oleh massa buruh sejak pukul 08.30 WIB dan masih berlangsung hingga saat ini.

"Massa buruh memblokir Jalan Tol Jakarta Cikampek di KM 30.800 dua arah Jalur A (Arah Cikampek) dan Jalur B (Arah Jakarta)," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Jasa Marga telah berusaha mengeluarkan arus lalu lintas yang datang dari Jakarta di Gerbang Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Sedangkan arus lalu lintas yang datang dari Cikampek dikeluarkan di Gerbang Tol Cikarang Timur, Karawang Barat dan Karawang Timur.

"Bahkan pada pukul 12.00 WIB, buruh bersama-sama melakukan Shalat Jumat di jalan tol," katanya.

Dikatakannya, negosiasi telah berusaha dilakukan oleh Wakapolda Metro dan Kapolres Bekasi terhadap para buruh namun massa buruh berkeras tidak mau membubarkan diri dan memaksa untuk tetap memblokir jalan tol sampai tuntutan mereka dipenuhi.

"Hingga pukul 15.00 WIB, jumlah massa buruh diperkirakan mencapai 50.000 orang," katanya.

Dijelaskannya, ekor kemacetan dari arah Cikampek mencapai panjang dua kilometer. Sementara dari arah Jakarta ekor kemacetan mencapai sekitar Bekasi Barat.

Ia menambahkan, kemacetan berdampak juga kepada Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) arah Bekasi yang terkoneksi dengan Jalan Tol Jakarta Cikampek.

Okke tidak merinci, potensi kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. "Yang pasti lalu lintas harian di ruas itu per hari sekitar 300 ribuan kendaraan," katanya

Redaktur: Ramdhan Muhaimin
Sumber: Antara
Ibnu Umar r.a. berkata, "Nabi pernah menjama shalat magrib dan isya ketika di Jama (Muzdalifah). Tiap-tiap shalat dari keduanya itu didahului dengan iqamah. Beliau tidak mengerjakan shalat sunnah antara keduanya dan tidak pula setelah selesai tiap-tiap shalat."(HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...