Sunday, 5 Rabiul Akhir 1436 / 25 January 2015
find us on : 
  Login |  Register

Niat Bercanda Justru Berujung Maut

Thursday, 26 January 2012, 17:00 WIB
Komentar : 1
Corbis.com
Pistol (Ilustrasi)
Pistol (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alih-alih bercanda, tindakan polisi ini justru mendatangkan maut. Bripda H (21 tahun) tidak sengaja menembak tewas rekannya, Bripda F, dengan senjata dinas milik Bripda G.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah kontrakan mereka di Sungai Bambu, Tanjung Priok, pada Rabu (25/1) sekitar pukul 19.30 WIB. Kejadian bermula ketika H mengambil senjata dinas milik G dari lemari. Saksi G saat itu sedang mandi.

Usai mengeluarkan pelurunya, H langsung memainkan pistol milik G. Pelaku kemudian menembakkan senjata ke lantai dan tidak meletus.

H kemudian memain-mainkan pistol dengan mengarahkan tepat ke kepala F. Tapi, pistol ternyata masih menyisakan peluru. Peluru pun menembus dahi F yang langsung tewas di tempat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Jakarta Utara. Pelaku H menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Belum ditentukan pasal apa yang akan dikenai terhadap pelaku," katanya kepada Republika, Kamis (26/1).

Kemungkinan pelaku akan menjalani sidang kode etik profesi mengenai penyalahgunaan senjata api. Menurut Rikwanto, tidak seharusnya pelaku lalai dan bermain dengan senjatanya. Sanksinya bisa saja sampai pada sanksi pemecatan.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Didi Purwadi
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar