Friday, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Korban Pemerkosaan Angkot di Gunungputri Masih di Bawah Umur

Thursday, 26 January 2012, 10:17 WIB
Komentar : 0
Korban pemerkosaan, ilustrasi
Korban pemerkosaan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG - Sungguh bejat tindakan yang dilakukan sopir angkot jurusan Cibinong-Gunungputri yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap penumpangnya. Pasalnya, korban berinisial BG ternyata masih di bawah umur.

BG yang belum genap berusia 15 tahun itu mendapat perlakuan yang tidak senonoh tatkala menumpang angkot yang dikemudikan pelaku, pada Selasa (24/1) kemarin. Ketika itu, BG hendak pulang ke rumahnya di daerah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Korban pun naik angkot trayek nomor 38 jurusan Cibinong-Gunungputri dari depan RS Bina Husada. Ketika melintas di kampung Tlanjung, Kecamatan Gunungputri, sekitar pukul 20.00 WIB, semua penumpang telah turun kecuali korban.

Tiba-tiba pelaku menghentikan kendaraan. Korban yang masih anak-anak tak kuasa melakukan perlawanan. "Keadaan angkot kosong, hanya ada korban dan sopir," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imron Ermawan, Kamis (26/1).

Hingga saat ini, BG masih dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. Ia masih mengalami depresi dan trauma berat.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Djibril Muhammad
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...