Wednesday, 28 Zulhijjah 1435 / 22 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pengamat: Perampokan Minimarket Marak, 'Salah Sendiri'.

Monday, 16 January 2012, 00:32 WIB
Komentar : 1
www.cakka.web.id
Aksi perampokan (ilustrasi)
Aksi perampokan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perampokan minimarket di Jakarta kian menjadi-jadi. Tidak jarang perampokan disertai aksi kekerasan terhadap korban.Dalam dua pekan terakhir setidaknya ada enam minimarket yang berhasil digasak perampok.

Modus yang digunakan pun bermacam-macam. Ada perampok yang berpura-pura membeli produk yang dijual di minimarket. Namun ada pula perampok yang tak segan-segan langsung merangsek masuk dalam minimarket, dan menodongkan senjata ke arah penjaga minimarket. 

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala berpendapat, maraknya perampokan yang terjadi di minimarket merupakan implementasi situasi ‘salah sendiri’.

"Kenapa salah sendiri? Banyak dari pengusaha ataupun pemilik minimarket selama ini hanya mengutamakan sisi kenyamanan bagi pengunjung, tanpa diimbangi dengan sisi keamanan," ujar Adrianus, Ahad (15/1).

Circle K Jadi Favorit Rampok?

Data yang dihimpun Republika, di penghujung 2011, perampokan terjadi di minimarket Circle K Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.  Dalam aksinya di tempat tersebut, kawanan perampok berhasil menggasak uang Rp 1,2 juta. 

Lima hari berselang, perampokan kembali terjadi. Minimarket Circle K ternyata masih menjadi ‘pilihan’ perampok. Kali ini, Circle K di jalan Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Jakarta Pusat yang diincar perampok, Kamis (5/1) lalu.

Kejadian ketiga pun berselang hanya tiga hari setelah perampokan di Circle Wahid Hasyim. Sekitar pukul 16.00 WIB, Ahad (8/1), Circle K di jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat menjadi target perampok. Sehari setelah di Jakarta Barat, perampokan kembali terjadi di Indomaret Pulogadung, Jakarta Timur. Atas kejadian ini, pemilik Indomaret terpaksa menderita kerugian Rp 10 juta.

Empat setelah kejadian tersebut, kembali Circle K yang menjadi korban. Hari Jumat (13/1) pukul 11.30 WIB, Circle K di jalan Kebon Kacang IX, Tanah Abang, Jakarta Pusat merugi Rp 1,3 juta. 

Kejadian terakhir, yang masih hangat dalam ingatan terjadi kemarin, Sabtu (14/1). Kali ini pemilik Indomaret di jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat yang tertimpa ‘musibah’.

Adrianus menilai, kejadian yang terjadi dalam waktu berdekatan ini sudah selayaknya dijadikan contoh bagi pemilik minimarket lainnya. 

Ia menuturkan, jika tak ingin kejadian serupa menimpa minimarket miliknya, pengusaha sudah seharusnya menyediakan pengamanan yang ketat. 

"Seharusnya setiap minimarket dilengkapi dengan pengamanan yang standar, seperti memasang Closed Circuit Television (CCTV) dan memperkerjakan petugas keamanan seperti satpam," katanya.

Reporter : Nawang Fatma Putri
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...