Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Demontrasi Buruh, Robohkan Pagar Gedung DPR

Kamis, 12 Januari 2012, 16:54 WIB
Komentar : 1
Republika
Gedung DPR
Gedung DPR

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kelompok Gabungan Sekretariat Bersama Petani Seluruh Indonesia dan Mahasiswa yang berdemonstrasi di depan gedung DPR-RI, Kamis (12/1), berhasil merobohkan pagar gedung DPR-RI.

Mereka menuntut pemerintah agar membubarkan Perhutani dan mengembalikan semua lahan petani yang telah diambil oleh perusahaan perkebunan. "Kami menuntut kepada perusahaan perkebunan agar mengembalikan tanah kami dan bubarkan Perhutani," teriak Korlap Serikat Petani Pasundan Tasikmalaya, Usep.

Para demonstran juga menuntut reformasi agraria bagi para buruh tani di seluruh Indonesia, dan meminta pemerintah tidak mengorbankan petani demi kepentingan pengusaha.

Aksi demonstrasi mereka berhasil merobohkan dua pagar gedung DPR, ketika demo semakin anarkis. Walau demikian, aparat kepolisian telah berjaga-jaga dengan dua buah mobil water canon di dalam kawasan gedung DPR. Seorang demonstran pun ditahan oleh pihak kepolisian karena dituding sebagai provokator.

Untuk mengantisipasi perobohan pagar lain di gedung DPR, aparat kepolisian melakukan negosiasi dengan pimpinan para demonstran. Akhirnya, demonstrasi yang sempat anarkis ini diredam dengan negosiasi antara pimpinan korlap dan aparat. Aksi demonstrasi ini masih berlangsung hingga petang nanti.


Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Chairul Akhmad
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar