Sabtu, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

LSM Anti Rokok Gugat Balik Penulis "Buku Rokok"

Sabtu, 24 Desember 2011, 21:15 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Perseteruan antara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) No Tobacco Comunity (NoTC)—yang aktif mengampanyekan anti tembakau—dengan tim penulis buku "Kriminalisasi Berujung Monopoli" terus meruncing.

Penasehat Hukum NoTc, Abdul Gafar Rehalat, mengatakan kliennya akan meladeni gugatan perdata yang dilayangkan penulis buku Kriminalisasi Berujung Monopoli, di Pengadilan Negeri Bogor. Selain itu, pihaknya juga berencana menggugat balik pihak penulis buku tersebut paling lambat bulan Januari 2012.

"Kami tidak khawatir dengan gugatan mereka. Kami justru akan menggugat balik mereka," kata Gafar di Sekretariat NoTC, Jalan Flamboyan No. 12 Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Sabtu (24/12).

Gafar menyatakan, gugatan balik yang diajukan kliennya dilatarbelakangi rasa keberatan kliennya atas pencatuman nama NoTC di kata pengantar buku Kriminalisasi Berujung Monopoli. Hal ini karena menurut Gafar, visi NoTC berbeda dengan isi buku tersebut. "Klien kami merasa pencantuman nama tersebut merupakan pembunuhan karakter," kata Gafar.

Selain itu, imbuh Gafar, kliennya juga merasa keberatan atas pencantuman nama NoTC dalam kata pengantar buku lantaran kliennya tidak pernah diberitahu perihal tersebut. Atas rasa keberatan itu, NoTC menuntut tim penulis buku dan penerbitnya untuk mengklarifikasi pencantuman nama NoTC dan merevisi kata pengantar buku di media cetak nasional dan lokal.

Sementara itu, Ketua NoTC Acep Suhaemi menyatakan, keberatan dirinya karena NoTC tidak pernah sekalipun dikonfirmasi terkait penerbitan buku tersebut. Menurutnya, NoTC memang pernah kedatangan seseorang yang mengaku mahasiswa dari Universitas Indonersia (UI). "Namun kedatangan mahasiswa itu hanya untuk mengobrol dan meminta data-data yang dibutuhkan tanpa bilang untuk penerbitan buku," jelas Acep.

Sebelumnya, tim penulis buku Kriminalisasi Berujung Monopoli menggugat NoTC pada Rabu 14 Desember 2011 ke Pengadilan Negeri Bogor. "LSM NoTC telah mengeluarkan informasi tidak benar yang belum terklarifikasi menyangkut buku yang kami tulis," ujar Salamudin Daeng, salah seorang penulis buku tersebut.

Salamudin menjelaskan, gugatan ini bermula dari penolakan LSM NoTC yang namanya dicantumkan dalam kata pengantar buku. NoTC beralasan mereka tidak pernah merasa dikonfirmasi atau diwawancarai sebagai narasumber oleh para penulis buku.

Padahal, kata Salamudin, tim penulis buku sudah mengirimkan seorang asisten untuk mewawancarai pihak NoTC. "Saat itu, salah seorang penulis sudah mengirim seorang mahasiswa Universitas Indonesia untuk mewawancarai NoTC," ujarnya.


Reporter : M Akbar Widjaya
Redaktur : Chairul Akhmad
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menata Rambut dengan Kacamata Pintar
NEW YORK -- Tutorial penataan rambut banyak diunggah ke situs-situs video seperti YouTube. Tetapi salon di New York baru-baru ini menguji coba metode...