Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kampung Ambon Digerebek, Warga Santai

Friday, 09 December 2011, 10:12 WIB
Komentar : 0
Antara
Penggerebekan narkoba
Penggerebekan narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggerebekan secara tiba-tiba yang dilakukan kepolisian dalam rangka memberantas peredaran narkoba di Kampung Ambon ditanggapi warga dengan santai. Tidak ada ribut-ribut, warga tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Padahal lebih dari 500 petugas turun menyusuri satu per satu rumah warga. Belum lagi gerombolan anjing pelacak juga dikerahkan untuk mengendus bau narkoba. Mereka yang sibuk menonton aksi penggerebekan ini malahan masyarakat yang kebetulan lewat di depan wilayah perumahan.

Lurah Kedaung Kali Angke, Asmaran Abdullah mengatakan stigma sentra narkoba memang melekat pada Kampung Ambon sejak 10 tahun yang lalu. Adanya stigma tersebut membuat pemerintah kota dan polisi membuat sebuah posko terpadu sebagai langkah pembinaan. Warga diberikan pelatihan mulai dari pemberian modal, pembinaan, sampai dibekali beragam keterampilan.

Namun pembekalan itu nyatanya ditanggapi warga dengan setengah hati. Tidak sedikit warga yang berani mengusir petugas polisi yang sedang melakukan patroli di kampung ini. "Kalau ada polisi yang masuk dua sampai tiga orang pasti diusir. Masyarakatnya sudah pada apatis, ujar Abdullah, Kamis (08/12).

Penghuni Kampung Ambon sendiri, menurut Abdullah tidak semuanya terlibat dalam bisnis narkoba. Perumahan ini dihuni lebih dari 2000 kepala keluarga yang terdiri dari 16 Rukun Tetangga (RT). Orang Ambon mengisi hampir seluruh RT 01, RT 07, dan RT 15. Karena ada sekumpulan etnis inilah, maka Perumahan Permata saat ini lebih dikenal dengan sebutan Kampung Ambon.

Keapatisan masyarakat juga sudah diketahui pihak kepolisian. Mulai dari penggerebekan pertama pada tahun 2009, polisi banyak mendapat kesulitan akibat minimnya informasi dari masyarakat sekitar. "Kebanyakan pelaku selain pemakai juga pengedar," kata Harman


Reporter : Meiliani Fauziah
Redaktur : Johar Arif
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...