Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ketinggian Air di Bendung Katulampa naik

Kamis, 17 November 2011, 18:59 WIB
Komentar : 0
Antara
Bendung Katulampa
Bendung Katulampa

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Hujan yang mengguyur wilayah Bogor dan Puncak, Kamis petang, menyebabkan debit air di pintu air Katulampa meningkat hingga setinggi 40 cm dari sebelumnya 10 cm.

Kepala Pelaksana Harian Bendung Katulampa, Andi Sudirman menyebutkan, debit air di bendung baru mengalami kenaikan pada pukul 17.00 WIB setinggi 40 centimeter, dimana sebelumnya pada pukul 13.00 WIB masih 10 cm.

"Air baru datang, sekarang naik 40 cm. Tadi siang kawasan Puncak hujan, jadi airnya baru sampe sekarang," kata Andi saat dihubungi, Kamis petang.
Andi mengatakan, ada kemungkinan debit air di pintu air Katulampa mengalami kenaikan mengingat setelah sempat terhenti sebentar, hujan kembali mengguyur wilayah Bogor pada pukul 16.55 WIB.

Menurut Andi, saat ini kawasan Puncak dan Kota Bogor masih turun hujan. Sehingga kemungkinan ada kenaikan pada malam hari.

"Kemungkinan naik ada, karena air kiriman sekarang itu adalah hujan siang tadi. Sore ini Puncak termonitor sedang hujan. Jadi, kemungkinan ada kenaikan nanti malam," katanya.

Meski sudah mengalami kenaikan, lanjut Andi, status air di Bendung Katulampa masih normal karena di level 40 cm.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Antara
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar