Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kantor PP Muhammadiyah Pun Ditawar Jadi Hotel

Jumat, 29 Juli 2011, 14:05 WIB
Komentar : 0
.
Gedung PP Muhammaduyah, Jakarta
Gedung PP Muhammaduyah, Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah investor berminat untuk membeli Gedung PP Muhammadiyah di Jln Menteng Raya, Jakarta. Gedung itu akan dibangun hotel.

Ketua Umum PP Muhammad Din Syamsuddin mengakui gedung Muhammadiyah ini sudah banyak yang menawar. Gedung ini rencananya akan dibangun dari 27 sampai 30 lantai. "Muhammadiyah lalu dikasih tujuh lantai, sisanya dibangun hotel berbasis syariah," ujarnya saat peresmian lift gedung Muhammadiyah, Jumat (29/7). Namun, lanjut Din, sampai saat ini keiinginan itu belum ditindaklanjuti.

Hadir dalam peresmian tersebut Ketua MPR Taufiq Kiemas, Mantan Mendiknas Bambang Sudibyo dan sejumlah pengurus pusat Muhammadiyah lainnya. Taufiq Kiemas diberi kehormatan untuk meresmikan lift tersebut secara simbolis dengan menggunting pita.

Sebetulnya, kata Din, lift tersebut sudah dioperasikan sebelumnya. Tetapi untuk peresmiannya baru bisa dilakukan sebelum Ramadhan ini.

Menurut Din pembangunan lift tersebut tidak terlepas dari keluhan Taufiq Kiemas. Dia merasa keberatan ketika harus menaiki tangga ke lantai dua. Tapi ini ada hikmahnya, beliau (Taufiq) menawarkan membuat lift. "Semoga amal ibadahnya tersebut terus mengalir," ujarnya.

Reporter : Teguh Firmansyah
Redaktur : Siwi Tri Puji B
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...