
REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI - Bekasi akan tetap memilih materi Bahasa Sunda dalam muatan lokal bahasa daerah. Hal ini untuk menanggapi instruksi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyudin Zarkasy yang memperbolehkan daerah perbatasan dalam menentukan materi muatan lokal bahasa daerah.
Dinas Pendidikan Kota Bekasi memilih tetap mempertahankan materi Bahasa Sunda pada sekolah tingkat SD dan SMP. Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kota Bekasi, Junarsih, selama ini masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi Bahasa Sunda. "Keluhan selalu muncul dari orang tua siswa yang umumnya adalah warga pendatang," ujarnya.
Walaupun Kota Bekasi merupakan daerah yang kecondongannya dekat dengan Jakarta, tetapi Bekasi tetap dalam bagian dari Jawa Barat. "Makanya tetap penting untuk tetap memakai Bahasa Sunda," kata Junarsih.
Dalam penilaian Junarsih, jika memilih beralih ke Bahasa Betawi, tidak banyak materi yang bisa diberikan kepada siswa. Karenanya, pilihan terbaik yang dilakukan adalah dengan mempertahankan Bahasa Sunda sebagai materi muatan lokal.
Selain itu, materi seputar Bekasi juga nanti akan ditambahkan. Penambahan materi tersebut akan membahas mengenai sejarah Bekasi, seni budaya, dan adat istiadat Kota Bekasi. Perihal pelafalan Bahasa Sunda, tidak akan diimplementasikan secara kaku, tapi akan disesuaikan dengan gaya percakapan yang sudah ada.
Saya juga orang sunda yang tinggal di Bekasi Barat
BalasSaya setuju dengan pendapat bang Indra buat apa dipelajari kalau bahasa sehari-hari yang mereka pakai bahasa betawi
Toh walaupun Bekasi termasuk wilayah Jawa Barat tapi masyarakatnya sudah heterogen bukan orang Sunda saja yang tinggal di Bekasi
Yg memahami bhs sunda disekolah hanya guru bhs sunda, bila ada kesulitan anak bikin PR tdk tau mau nanya kemana karena dilingkungannya orang berbahasa betawi semua. Budaya bekasi adalah betawi, Buat apa dipelajari jika tdk digunakan?
Balas