Kamis 28 Apr 2022 11:11 WIB

Safar dengan Transportasi yang Nyaman Masihkah Terima Keringanan Ibadah?

Saat ini transportasi yang digunakan memberikan rasa aman dan nyaman.

Rep: Alkhaledi Kurnialam / Red: Agung Sasongko
Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Pada pagi pukul 08.00 atau kondisi H-4 Lebaran arus mudik di ruas Tol Jakarta-Cikampek mulai mengalami kepadatan dan diprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 atau Jumat (29/4/2022).Prayogi/Republika.
Foto: Prayogi/Republika.
Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Pada pagi pukul 08.00 atau kondisi H-4 Lebaran arus mudik di ruas Tol Jakarta-Cikampek mulai mengalami kepadatan dan diprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 atau Jumat (29/4/2022).Prayogi/Republika.

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Dalam Ensiklopedi Fatwa Ramadhan karya Syekh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Al Maqshud dijelaskan bahwa ulama Saudi, Syekh Sholeh bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan menyebut keringanan-keringanan safar seperti qashar, tidak berpuasa pada bulan Ramadhan adalah keringanan yang umum untuk semua keadaan safar. Walaupun saat ini sudah bermacam-macam sarana safarnya. 

Menurutnya, transportasi modern tidak mengubah hukum. Karena sarana-prasarana yang nyaman ini tidaklah selamanya dan rasa nyaman tidaklah dirasakan oleh setiap musafir. Bisa jadi pada sarana transportasi terjadi kerusakan atau tidak berfungsi atau kondisi lain yang lebih menyusahkan para musafir dari pada alat transportasi dahulu.

Baca Juga

Syekh Sholeh mengatakan, bagaimanapun keadaannya masalah keringanan bagi musafir dilihat dari segi kemudahan. Bila yang mudah baginya adalah tidak berpuasa, maka ia tidak berpuasa dan bila yang termudah baginya adalah berpuasa maka ia berpuasa. 

"Dan kedua-duanya boleh. Dan yang utama adalah mengambil keringanan, karena Allah SWT suka bila keringanannya diambil," katanya

Rasulullah SAW bahkan bersabda:

لَيْسَ مِنَ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِيْ السَّفَرِ

“Tidak termasuk kebajikan berpuasa dalam perjalanan.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Dalam hadits lain, Nabi bersabda:

إن الله تبارك وتعالى يحب أن تؤتى رخصه كما يكره أن تؤتى معصيته

Artinya: “Sesungguhnya Allah tabaraka wataála suka ketika rukhshah dari-Nya diambil, sebagaimana Ia membenci tatkala maksiat kepada-Nya dilakukan” (HR. Imam Ahmad, Bazzar dan Thabrani dalam Al Ausath). Alkhaledi kurnialam 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement