Friday, 27 Rabiul Awwal 1439 / 15 December 2017
find us on : 
  Login |  Register
Rabu , 07 June 2017, 20:23 WIB

Di Palestina, Warga Kristen ini Keliling Bangunkan Sahur

Red: Nasih Nasrullah
alarabiya.net
Misyail Ayub
Misyail Ayub

REPUBLIKA.CO.ID, Sudah lebih dari 14 tahun, Misyail Ayub, warga Desa Makr, Kota Aka, Palestina, ‘menekuni’ profesi sebagai pembangun warga untuk ibadah sahur secara suka rela. Di negara-negara Arab, profesi ini kerap di sebut masharati.

Layaknya para masharati yang lain, Misyail, memiliki yel-yel khas, termasuk lagu-lagu tradisional untuk menggugah warga di waktu-waktu sahur. 

Lengkap dengan suara alat perkusi, rebana yang setia menemaninya selama ini. Tetapi, yang istimewa dari Misyail ialah, ia ternyata adalah seorang pemeluk Kristen! 

Aktivitasnya tersebut ia lakukan dengan penuh tulus. Yang terlintas di benaknya, ia hanya ingin berbuat kebaikan untuk warga, tetangga, dan saudara-saudara yang beragama Islam. 

“Wajib bagi saya membangunkan mereka agar bisa beribada sahur,” katanya seperti dikutip dari alarabiya.net beberapa waktu lalu. 

Misyail menuturkan, selama Ramadhan, ia bangun pukul 01.00 dini hari. Kemudian ia membelah malam dan meneriakkan yel-yel, terkadang pula melantunkan senandung, dengan suaranya yang khas dan merdu. 

Kebahagian yang luar biasa di hati Misyail, tatkala ia mendapat respons dan sambutan hangat dari warga. 

Mulai dari ajakan menikmati santapan sahur bersama, hingga doa mendapat keberkahan dari warga Muslim. 

Setelah berkeliling kampung, ia pulang ke rumah dan istirahat dari pukul 04.00 lalu bangun jelang siang, untuk kembali ke pekerjaan rutinnya yaitu bekerja sebagai kuli bangunan. 

Tebersit asa di hati kecil Misyail, sekalipun apa yang ia lakukan ini sangat sederhana, tetapi ia tetap berharap kedamaian segera terwujud di negara-negara Arab. 

“Risalah saya hanya satu, perdamaian, lihatlah bagaimana saudara-saudara kita saling membunuh, solusi satu-satunya adalah perdamaian, semoga segera terwujud.”   

 

    

 

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)