Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1439 / 22 November 2017
find us on : 
  Login |  Register
Ahad , 04 June 2017, 17:47 WIB

Tradisi Berpelukan Sebelum Berbuka di Maroko

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Esthi Maharani
AP/Abdeljalil Bounhar
Umat Muslim di Maroko (ilustrasi)
Umat Muslim di Maroko (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Komunitas Muslim Maroko memiliki tradisi khusus saat bulan Ramadhan. Ritual spesial ini biasanya dilakukan pada waktu berbuka. Mereka berkumpul di meja bulan dan berpelukan satu sama lain sebelum berbuka.

Dilansir Khaleej Times, sebuah keluarga Maroko yang tinggal di Sharjah, Uni Emirates Arab mengenalkan tradisi ini. Bagi mereka, berbuka bukan soal makanan dan minuman. Berbuka adalah saat untuk meminta maaf. Mereka ingin menyucikan jiwa dan fokus kembali pada aktivitas spiritual sebelum berbuka. Sehingga sesaat adzan magrib tiba, mereka berkumpul, berpelukan dan berdoa bersama. Mereka juga memastikan semua anggota keluarga, teman dan kerabat berkumpul berbuka bersama minimal empat kali selama bulan Ramadhan.

"Kita membuat acara besar setiap hari, mengundang semua teman, dari berbagai tempat," kata seorang Maroko, Mohia Mahjouba.

Perempuan 58 tahun ini memiliki tiga putri dan satu putra. Mereka berkumpul di bulan Ramadhan ini meski salah satu putrinya menetap di Maroko. Saat berkumpul mereka membawa tradisi Maroko dan memasak makanan khas sana. Sehingga Ramadhan terasa seperti di rumah sendiri.

"Kami orang Maroko tidak menyebutnya iftar, tapi ftour," kata Mohia.

Mereka makan cemilan yang ringan untuk perut saat berbuka. Seperti beragam roti dan makanan manis. Berikut beberapa makanan khas yang hampir selalu ada di meja saat ftour: Sup Harira, Kue chebakia manis, Roti wajan semolina kecil; Segitiga kue filo diisi dengan keju segar (briouats bil jben), mentimun dingin dan jus jeruk dengan oregano, m'hanncha (makanan penutup kue ular yang populer), biskuit teh Maroko dan kurma.

"Makanan ini disajikan setiap hari dan jadi makanan tradisional ftour bagi kami," kata Mohia.

Saat magrib tiba, mereka bersulang air putih, makan kurma dan makanan yang tersedia di meja. Sup tomat Harira yang populer adalah makanan khas yang harus dipunyai orang Maroko saat berbuka. Penyajiannya bisa beragam. Ada yang suka pedas dengan ditambah lada hitam, atau kayu manis dan jahe.

Beberapa sup ditambahkan daging sapi atau daging domba agar lebih gurih. Setelah berbuka, mereka biasanya shalat magrib untuk kemudian bersosialisasi dengan kerabat di rumah. Setelah tarawih, mereka makan besar. Pada saat sahur, mereka banyak makan yogurt atau susu, croissants dan banyak minum air. Ada tradisi lain yang juga berkesan saat bulan Ramadhan, yaitu pada hari ke-27 Ramadhan.

Pada malam itu, keluarga berkumpul untuk berdoa bersama. Para anak memberi kado pada orang tua dan kakek nenek mereka. Biasanya kado ini berupa pakaian tradisional Maroko atau uang. Setiap malam Ramadhan, keluarga Maroko juga biasa membakar bakhour, semacam dupa untuk membuat rumah harum. Bakhour ini bertahan hingga beberapa hari, terutama jika kualitasnya tinggi.

Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)