Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

 

Jangan Berhenti Olahraga Kala Puasa, Ini Alasannya

Kamis 17 Mei 2018 11:00 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Olahraga saat puasa (ilustrasi)

Olahraga saat puasa (ilustrasi)

Latihan intensitas tinggi yang memicu denyut nadi tinggi harus dihindari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jangan ragu untuk tetap rutin berolahraga selama melaksanakan ibadah puasa. Menurut sejumlah pakar kesehatan, olahraga dan berpuasa bisa dilakukan bersamaan tanpa berdampak buruk terhadap tubuh.

Dokter spesialis yang berdomisili di Dubai, Dr Javaid Shah, termasuk salah satu pakar yang mendukung hal itu. Dia mengatakan, olahraga saat berpuasa akan menjaga kesehatan otak, saraf, dan serat otot.

"Tubuh juga akan membakar lemak, karena proses pembakaran lemak dikendalikan oleh sistem saraf simpatik yang diaktifkan saat olahraga," kata Javaid, dikutip dari laman Khaleej Times.

Waktu terbaik untuk melakukan olahraga bisa berbeda-beda bagi tiap orang. Javaid menyarankan opsi olahraga ringan sebelum sahur, atau setelah berbuka puasa dan melakukan shalat tarawih di malam hari.

Asisten Manajer Kebugaran dan Personal Trainer di Fitness First Gym dan Health Club, Sheu, memberikan anjuran lain. Menurut dia, waktu terbaik melakukan olahraga justru satu jam sebelum berbuka puasa.

"Olahraga satu jam sebelum berbuka memberi tubuh fleksibilitas dalam waktu singkat, mendorong peremajaan tubuh, dan membantu mengendalikan berat badan," tutur Sheu.

Kapanpun waktu yang menurut Anda tepat, perhatikan jenis olahraga yang ingin dilakukan. Latihan intensitas tinggi yang memicu denyut nadi hingga di atas 150 per menit harus dihindari, terutama jika belum membatalkan puasa.

Lebih disarankan untuk bersepeda, jalan cepat, joging lambat, atau latihan mesin ringan di pusat kebugaran. Jangan lupa mengimbanginya dengan menu nutrisi seimbang serta cukup minum air saat sahur dan berbuka.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA