Jumat, 27 Rabiul Awwal 1439 / 15 Desember 2017
find us on : 
  Login |  Register
Selasa , 13 Juni 2017, 15:27 WIB

Menyiasati Perubahan Suasana Hati Selama Ramadhan

Rep: MUTIA RAMADHANI/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Yasin Habibi
 Warga membeli kurma di salah satu pusat perbelanjaan, Jakarta, Jumat (26/5).
Warga membeli kurma di salah satu pusat perbelanjaan, Jakarta, Jumat (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muslim yang menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan terkadang merasa gelisah dan suasana hati berubah-ubah. Perubahan suasana hati ini bisa membahayakan jika tak dikendalikan.

Anda bisa emosi berlebihan, sedih berlebihan, dan segalanya menjadi tak terkendali. Hal ini bisa diakali dengan memastikan pasokan makanan yang dapat meningkatkan kebahagiaan, dilansir dari Al-Arabiya, Selasa (13/6).

Pertama, chamomile bisa menyembuhkan kelelahan dan menghilangkan stres. Kedua, vitamin B yang ditemukan dalam kurma bisa meningkatkan kemampuan sistem saraf seseorang.

Ketiga, kalium yang ditemukan pada pisang membantu menggurangi rasa tegang dan kelelahan. Keempat, kacang merah kaya potasium dan protein. Konsumsi kacang merah mengurangi gangguan psikologis.

Kelima, sayuran hijau, seperti bayam kaya akan asam folat dan vitamin B9. Ini bisa meningkatkan kebahagiaan seseorang.

Keenam, bit juga mengandung folat. Bit kaya akan uridine dan magnesium, sehingga bisa melawan depresi. Ketujuh, vitamin B6 pada ubi jalar bisa meningkatkan kualitas mental.

Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))