Minggu, 2 Safar 1439 / 22 Oktober 2017
find us on : 
  Login |  Register
Selasa , 13 Juni 2017, 11:12 WIB

Hindari Minuman Terlalu Asam dan Manis Saat Puasa

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari
flickr
Minuman soda diet
Minuman soda diet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada saat berpuasa, mulut menjadi lebih kering akibat produksi air liur yang berkurang. Tidak heran karena orang yang berpuasa rata-rata menahan lapar dan haus selama 12-13 jam sehingga pemasukan nutrisi dan cairan turut berkurang.

Ketua Divisi Laring Faring Departemen THT FKUI Syahrial M Hutauruk mengatakan, hal tersebut bisa memicu kontaminasi bakteri dan virus di rongga mulut. Oleh karena itu, ia menyarankan orang yang berpuasa untuk lebih memperhatikan kesehatan daerah mulut dan tenggorok.

"Caranya, dengan mencermati jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka untuk menjaga kondisi flora bakteri baik yang normal dalam mulut," ungkap Syahrial saat memberikan materi pada bincang santai yang digelar Mundipharma Indonesia beberapa waktu lalu.

Ia menganjurkan umat Muslim yang berpuasa untuk menghindari makanan berpengawet, minuman soda, juga makanan yang terlalu asam, manis, dan lengket berlemak saat sahur ataupun berbuka. Sebab, jenis-jenis makanan tersebut dapat memicu gangguan mulut dan tenggorok.

Berhenti merokok dan tidak mengonsumsi obat-obatan antihistamin dan dekongestan juga disebut Syahrial sebagai salah satu bentuk pencegahan. Selain itu, menggunakan obat kumur yang mengandung antiseptik dapat membantu menekan risikonya.

Syahrial menginformasikan, gangguan mulut dan tenggorok bisa terjadi pada siapa saja, baik disebabkan virus maupun bakteri. Ia menyampaikan, lebih baik melakukan pencegahan sejak awal daripada mengobati jika gangguan tenggorok sudah terjadi dalam tingkat akut, subakut, bahkan kronis.

"Secara umum, pencegahannya adalah dengan menjaga higienitas mulut melalui penerapan gaya hidup sehat, makan makanan sehat, dan menghindari penularan dari penderita lain dengan menggunakan masker," kata dia.


Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)