Sunday, 2 Safar 1439 / 22 October 2017
find us on : 
  Login |  Register
Kamis , 08 June 2017, 17:41 WIB

Minum Susu Langsung Setelah Berpuasa, Amankah?

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Gita Amanda
Pixabay
Susu sapi
Susu sapi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minum susu saat berbuka puasa dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh setelah seharian menahan dahaga, selain juga kandungan zat gizinya yang kaya. Namun, amankah langsung mengonsumsi susu saat perut kosong?

"Tidak masalah, dalam kondisi metabolisme normal justru absorbsi atau penyerapan zat gizi oleh tubuh bisa maksimal," ujar pakar gizi Marudut saat menjadi pemateri Diskusi Cerdas Frisian Flag Indonesia Seri 2 di Jakarta, Rabu (7/6) lalu.

Dosen di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II itu menjelaskan, saat berpuasa terjadi penurunan zat gizi dalam tubuh sehingga apapun yang masuk akan diserap dengan cepat. Terlebih, dengan kandungan vitamin D dalam susu yang meningkatkan absorbsi tersebut.

Namun, Marudut mengatakan bahwa faktor metabolisme dan kebiasaan makan masing-masing individu turut berpengaruh. Ada sebagian orang yang kekurangan enzim laktase sehingga laktosa dalam susu tidak dapat dicerna dengan baik dan dibawa ke kolon atau usus besar.

Pada kolon tersebut, unsur yang tidak sempurna dicerna memicu bakteri pembentuk gas sehingga menyebabkan diare dan kembung. Menyiasatinya, minum susu bisa diakhirkan setelah makan atau sesudah umat Muslim yang berpuasa makan santapan takjil.

Selain itu, susu yang dianjurkan untuk dikonsumsi ketika sahur atau berbuka adalah produk susu segar, UHT, atau susu bubuk tanpa campuran apapun. Apabila diracik bersama kopi atau teh, kata Marudut, komposisi senyawa bernama tanin dapat menghambat penyerapan kalsium yang baik dalam susu.

"Sebaiknya susu langsung diminum agar tidak ada zat penghambat lain, kalaupun dicampur hanya untuk penambah rasa dan sebaiknya tidak setiap hari," ujar pria yang menamatkan studi doktoral di S3 Jurusan Ilmu Gizi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))