Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hindari Spekulan, Intensif Cek Harga Selama Ramadhan

Senin, 23 Juli 2012, 13:41 WIB
Komentar : 0
Jelang Ramadhan, warga memenuhi pasar tradisional di pusat kota. Ilustrasi. (Karim Kadim/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI - Harga yang melonjak akibat permintaan yang tinggi biasa terjadi di bulan Ramadhan. Karenanya pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melakukan pengecekan secara intensif di sejumlah pasar di Abu Dhabi guna mengetahui harga buah dan sayur mayur di negara tersebut.

Menurut Direktur Perlindungan Konsumen Kementrian Ekonomi, Hashim Saeed Al Nuaimi, hal ini dilakukan untuk menjaga harga bahan makanan agar tetap stabil. Tingginya permintaan bisa saja membuat spekulan memainkan pasokan yang berujung pada kenaikan harga.

"Kita ingin membuka komunikasi dengan para pedagang," katanya sebagai mana dilansir Khalej Times. Ia menegaskan para pedagang dilarang meningkatkan harga selama bulan suci ini berlangsung.

Pemberian harga yang tidak jelas oleh penyalur, bisa menimbukan distorsi harga yang besar. "Bisa saja pada warga lokal, para pedagang mematok harga tinggi karena mereka nilai pembeli sudah menyiapkan banyak uang untuk bahan pokok. Tapi perlakuan kepada masyarakat pendatang bisa saja berbeda, di mana penjual justru menurunkan harga," katanya.

Sementara itu di ibu kota Uni Emirat Arab, Dubai, beberapa pasar swalayan terbukti menaikkan harga makanan hingga 50 persen. Penyalur ritel yang enggan disebutkan namanya telah melaporkan kenaikan ini pada Kementrian Ekonomi negara itu. Kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas, seperti daging beku, gula, buah, dan sayuran.


Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : Dewi Mardiani
531 reads
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...