Jumat, 27 Rabiul Awwal 1439 / 15 Desember 2017
find us on : 
  Login |  Register
Sabtu , 24 Juni 2017, 19:14 WIB

Takbir Malam Seribu Cahaya NTB Siap Pecahkan Rekor MURI

Rep: MUHAMMAD NURSYAMSYI/ Red: Ilham Tirta
Muhammad Nursyamsi
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi (kedua dari kiri), Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin (kiri), Wali Kota Mataram Ahyar Abduh (tengah), dan Kapolres Mataram Muhammad (kanan) dalam Gema Takbir Malam 1000 Cahaya di depan Kantor Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (24/6) malam.
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi (kedua dari kiri), Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin (kiri), Wali Kota Mataram Ahyar Abduh (tengah), dan Kapolres Mataram Muhammad (kanan) dalam Gema Takbir Malam 1000 Cahaya di depan Kantor Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (24/6) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kota Mataram bersiap memecahkan rekor MURI untuk peserta takbir terbanyak di satu tempat pada malam takbiran. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal mengatakan, Gema Takbir Malam Seribu Cahaya merupakan puncak kegaiatan Pesona Khazanah Ramadhan yang digelar di NTB selama bulan suci Ramadhan.

Faozal menyebutkan, Gema Takbir Malam Seribu Cahaya sedikitnya akan diikuti 13 ribu peserta atau memecahkan rekor sebelumnya yang hanya 11 ribu peserta. "Masing-masing akan membawa lampion untuk dinyalakan, sambil mereka nantinya melakukan takbir," ujar Faozal kepada Republika.co.id di depan Kantor Gubernur NTB, Sabtu (24/6).

Untuk memudahkan koordinasi, nantinya peserta akan terbagi dalam 6 blok. Masing-masing untuk blok pertama ditempatkan di sekitar Jebak Beleq (pintu gerbang) Dasan Agung hingga Masjid At Taqwa Mataram, kemudian blok 2 menempati sekitar Islamic Center hingga perempatan Bank Indonesia, blok 3 dari Bank Indonesia sampai BRI Mataram, blok 4 BRI Mataram sampai depan Kantor Denpom Mataram, blok 5 Bak NTB sampai Hotel Santika Mataram, dan blok 6 Kantor Walikota Mataram hingga perempatan Gubernur NTB.

Namun pelaksanaan pawai takbiran Hari Raya Idul Fitri tahun ini ada yang berbeda, dibandingkan dengan pelaksanaan pawai takbiran tahun-tahun sebelumnya. Dimana kalau sebelumnya pawai takbiran akan berjalan keliling Kota Mataram. Maka untuk tahun ini takbiran Hari Raya Idul Fitri akan dilakukan dengan cara berdiam di blok masing-masing. Puluhan ribu peserta ini akan melakukan takbir, sambil membawa lampion.

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Mataram, Yusril mengatakan, ramadhan tahun ini di Mataram memang menyajikan sesuatu yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Memang ada nuansa berbeda di Ramadhan tahun ini. Dari awal ada atmosfer beda dengan kehadiran imam dari Timur Tengah, hingga puncaknya malam ini dengan mengadakan Mataram Street Takbir," kata Yusril.

Yusril melanjutkan, sekitar 65 kafilah dengan rata-rata setiap kafilah diisi dengan 200 orang akan menampilkan kreasi budaya Islaminya berupa lampion masjid, kaligrafi, dan seni budaya Islam lain yang berwarna-warni untuk diarak dari depan Kantor Gubernur NTB hingga ke Pelataran Islamic Center NTB. Kreasi lampion Islami merupakan buah karya dari para remaja masjid yang ada di Kota Mataram. Proses pengerjaannya pun bervariasi, ada yang sebulan lamanya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Pantauan Republika.co.id, pada pukul 19.58 Wita, lokasi sepanjang Jalan Pejanggik sudah dipadati warga yang ingin menyaksikan parade lampion unik dengan ragam kreasi mulai dari miniatur masjid dengan kubah dan menara yang bisa dinaik turunkan, hingga minatur bedug raksasa yang didorong puluhan orang.


Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)