Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku

Jumat, 27 Agustus 2010, 01:40 WIB
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Mari sejenak berandai-andai. Suatu hari menjelang bulan Ramadhan malaikat Izrail mendatangi kita untuk menyampaikan kabar bahwa pada awal bulan Syawal tahun ini ia akan datang untuk mencabut nyawa kita, kira-kira apa dampak yang akan timbul pada diri kita?

Saya yakin kita akan memanfaatkan sisa usia yang ada untuk melakukan segala hal yang produktif. Kita akan awali Ramadhan dengan menyungkur sujud kepada-Nya, menangisi segala khilaf dan dosa yang telah kita kerjakan di masa lalu. Kita akan mendatangi orang-orang yang pernah kita sakiti dan dzalimi. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menuntaskan segala tanggungan di dunia, baik utang-utang yang belum terbayar, amanah-amanah yang masih menjadi beban, maupun tugas dan kewajiban yang belum ditunaikan.

Bayangkan jika Izrail memberitahu bahwa Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, saya yakin kita sudah tidak akan tertarik lagi untuk mengisi hari dengan lelapnya tidur. Kita tidak akan mengeluhkan beratnya puasa di siang Ramadhan. Kita akan melakukan sholat terawih, tahajud, taubat, serta qiyamul lail yang lain dengan khusyu. Kita akan mengiringi tiap hembusan nafas dengan dzikir, menemani detakan jantung dengan istighfar. Ah, jika saja Izrail memberitahu kapan ia akan datang menjemput nyawa, kita bisa mempersiapkan diri agar akhir usia kita bisa husnul khatimah.

Umur manusia memang misteri. Kita tidak tahu kapan usia kita berakhir. Namun terkadang kita lupa bahwa Allah menjadikan usia kita sebagai misteri justru agar kita bisa mendayagunakan pikir, bahwa kita bisa mati kapan saja. Dan betapa bodohnya ketika kita tahu bahwa kematian bisa datang kapan pun, namun masih saja dengan tenang mengerjakan kemaksiatan dan pekerjaan yang sia-sia dalam hidup.

Mengingat kematian adalah salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas hidup kita. Rasulullah pernah mewanti-wanti, "Perbanyaklah mengingat perusak kelezatan-kelezatan, yaitu kematian. Tidaklah seorang hamba mendatangi kubur melainkan kubur itu berkata, 'Aku adalah rumah yang asing, aku adalah rumah yang sendirian, aku adalah rumah dari tanah, aku adalah rumah yang penuh ulat'". 

Selamat men-deadline Ramadhan kita. Ramadhan adalah bulan tempat rahmat, maghfirah, serta kasih sayang Allah berlimpah. Alangkah rugi manusia yang tidak mampu memanfaatkannya. Mari mengisi Ramadhan ini dengan amalan terbaik kita. Semoga Ramadhan kita tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Karena mungkin inilah Ramadhan terakhir dalam hidup kita.

Redaktur: irf
Sumber: Andriyati, Editor buku \'Izrail Bilang ini Ramadhan Terakhirku\'
An-Nu'man bin Basyir r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi SAW. bersabda: Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka di hari kiamat, ialah orang yang di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya. (HR.Bukhari, Muslim.)
Seng, Rabu, 1 September 2010, 15:39

@Toni:
Kalau pingin tau nama malaikat itu jangan dari buku, coba tanyakan langsung padanya saat dia datang kelak . . .

Balas
Toni, Jumat, 27 Agustus 2010, 12:14

Apakah malaikat Maut itu benar bernama Izroil? kalau benar apa dalilnya? nama Izroil itu yg saya tau karena baca buku2 agama adalah sisipan dari cerita2 Israiliyat, dari orang2 Yahudi, buku2 agama yg benar selalu menyebutnya sebagai Malaikat Maut, tanpa embel Izroil, semoga diperhatikan.

Balas
MAEL JERTEH, Jumat, 27 Agustus 2010, 07:47

Umur seorang hamba & makhluk adalah misteri. Bila diketahui masa & tarikh kematiannya, tak ada secebis pun masa hidup berbaki dibazirkan, selain drpd utk menqada' amalan, memohon maaf & memberi maaf kpd sahabat & berbakti kpd Illahi. Keharuan demikianlah, Allah tak memberi simtom kpd makhluknya ttg masa kematiannya.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...