Senin, 6 Zulqaidah 1435 / 01 September 2014
find us on : 
  Login |  Register
Senin, 20 Agustus 2012, 04:21 WIB

Inilah Suasana Pinggiran Jakarta Saat Idul Fitri

Antara/Budi Afandi
Salah satu pawai takbiran untuk merayakan malam Idul Fitri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kawasan pinggiran kota Jakarta pada hari pertama perayaan Idul Fitri 1433 Hijriyah masih ramai meskipun jumlah warga yang mudik ke daerah masing-masing cukup banyak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan ANTARA di Jakarta, Jumat malam, hingga pukul 22:00 WIB sejumlah kawasan pinggiran Jakarta seperti perbatasan Jakarta Selatan dengan Depok arus lalu lintas khususnya kendaraan pribadi cukup ramai meski tidak sepadat hari biasa.

Keramaian kendaraan warga yang selesai melakukan silaturahmi dengan keluarga dan kerabat masih tampak di sepanjang Jalan M Kahfi hingga Jagakarsa.

Di pertigaan M Kahfi, Jalan Brigif dan Jalan Warung Sila bahkan kerap terjadi kemacetan akibat saling berebut jalan. Kendaraan yang ada didominasi oleh kendaraan roda empat pribadi dan sepeda motor.

Keramaian juga tampak di sepanjang jalan Warung Buncit hingga Jalan Mampang karena aktivitas kendaraan warga yang baru selesai melakukan silaturahmi dengan kerabat masing-masing.

Sementara itu warga Jakarta yang tidak menghabiskan liburan lebaran di daerah masing-masing, memanfaatkan waktu liburan dengan mengunjungi cafe, restoran dan juga pusat perbelanjaan bersama keluarga.

Hingga pukul 22:00 WIB pusat perbelanjaan Sarinah dan juga sejumlah pusat perbelanjaan lainnya, khususnya yang memiliki restoran yang buka 24 jam tampak ramai dikunjungi oleh warga.

Pada hari kedua perayaan Idul Fitri, Senin (20/8), diperkirakan ribuan warga Jakarta akan memenuhi sejumlah tempat wisata di Ibukota antara lain Kebun Binatang Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah dan juga kawasan Ancol.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)