Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
Rabu, 24 Agustus 2011, 11:27 WIB

Jelang Lebaran, Mendag Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil

Antara
Mendag Mari Elka Pangestu
A+ | Reset | A-

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Lonjakan atau kenaikan harga kebutuhan pokok seperti daging, telur dan sayuran menjelang Idul Fitri atau Lebaran 2011 tidak seperti tahun lalu, malah terpantau relatif stabil.

"Tahun ini semuanya relatif stabil dan Alhamdulilah tidak seperti tahun lalu di mana harga cabe sempat melambung tinggi sekali," kata Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, usai melakukan sidak ke Pasar Tradisional Kosambi Kota Bandung, Rabu (24/8).

Mendag menuturkan, berdasarkan hasil sidak ke Pasar Kosambi harga-harga kebutuhan pokok terpantau stabil kecuali beberapa komiditi seperti daging ayam, telur serta cabe merah. "Dan dari aspek harga kita lihat tadi stabil, dalam artian tidak ada lonjakan harga yang signifikan," ujar Marie Elka Pangestu.

Kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok tersebut, kata Mendag, merupakan hal yang wajar karena mendekati Idul Fitri permintaan dari masyarakat sangat tinggi. "Biasanya beberapa hari sebelum Lebaran memang mengalami kenaikan," ujarnya.

Ia mengatakan, harga kebutuhan pokok lainnya seperti gula, beras, minyak goreng, tepung dan bawang merah terpantau stabil. Dikatakannya, untuk stok kebutuhan pokok diperkirakan akan mencukupi hingga perayaan Idul Fitri. "Kemudian untuk stoknya sendiri tidak ada masalah," katanya.

Selain mengecek harga kebutuhan pokok dan stoknya, Mendag juga melakukan pengecekan terhadap pedagangan. "Kita juga cek pedagang, kata pedagang mereka akan berjualan hingga sehari atau H-1 jelang Lebaran," ujarnya.

Sementara itu, seminggu atau H-7 menjelang Lebaran, beberapa komoditas sayuran di Kota Bandung mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Seperti harga cabe merah tanjung yang mengalami kenaikan harga sekitar Rp 6.000 rupiah per kg.

Di Pasar Kosambi Bandung, saat ini harga cabe merah tanjung mencapai Rp 24.000 per kg padahal sebelumnya hanya Rp 18.000 per kg. "Cabe merah tanjung saat ini harganya melejit. Hari ini naiknya langsung Rp 6000 per kilogram, mungkin besok atau lusa akan naik lagi," kata salah seorang pedagang cabe di Pasar Kosambi Bandung, Popon.

Popon mengatakan, meroketnya harga cabe merah sendiri disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya tingginya permintaan terhadap komoditas ini, sementara pasokan berkurang. "Mungkin seperti hukum ekonomi, kalau barangnya kurang, harganya melejit tinggi. Apalagi yang namanya cabe merah tanjung itu salah satu kebutuhan pokok masyarakat," katanya.


Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
851 reads
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
Topik: Salam Ramadhan
Tweet: #RAMADHANwithROL