Monday, 3 Safar 1439 / 23 October 2017
find us on : 
  Login |  Register
Senin , 12 June 2017, 18:46 WIB

Sabar dan Syukur dalam Puasa

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agus Yulianto
Republika/Irwan Kelana
Guru besar Universitas Al Azhar Mesir Syekh Muhammad Nasr Addusuqi Al- Abbani tengah memberikan tausyiah tadi siang di Masjid Hubbul Wathan, NTB , Ahad (11/6).
Guru besar Universitas Al Azhar Mesir Syekh Muhammad Nasr Addusuqi Al- Abbani tengah memberikan tausyiah tadi siang di Masjid Hubbul Wathan, NTB , Ahad (11/6).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Syekh Muhammad Nasr Ad-Dusuqi Al-Abban *) 

 Orang yang berpuasa dididik untuk bersabar dan bersyukur. Sabar dan syukur sendiri baik untuk kehidupan manusia. Dalam surat al-Baqarah ayat 45, Allah dahulukan sabar sebelum shalat. Sebab, shalat butuh kesabaran agar sempurna. Bukan kesabaran yang butuh shalat.

Kesabaran sendiri ada tiga macam yakni sabar dalam taat, sabar menjauhi maksiat, dan sabar atas musibah. Jangan sampai saat terkena musibah, manusia malah memperkarakan Allah.

Puasa, shalat, dan zakat butuh sabar. Bahkan Rasulullah menyebut puasa adalah setengah kesabaran.

Puasa juga mengajarkan manusia untuk bersyukur. Ketika seseorang berpuasa, ia menahan dirinya dari makanan, minuman, dan berdekatan dengan istrinya meski ia bisa mengakses itu semua.

Salah satu kewajiban manusia atas nikmat Allah adalah bersyukur. Allah sudah berfirman, orang bersyukur akan diberi nikmat berlipat ganda.

Di ujung surat al-Baqarah ayat 185 , Allah memerintahkan agar manusia menyempurnakan bilangan puasa dan puasa diwajibkan agar manusia bersyukur. Maka, Allah menuntut kita bersyukur. Terlebih kita diberi petunjuk untuk berpuasa.

Puasa juga membuat manusia berkasih sayang. Saat seseorang bercukupan rezeki, di bumi lain ada saudara-saudara yang butuh itu semua. Ada yang tidak bisa makan bukan karena puasa, tapi karena miskin.

Rasul bersabda, yang tidak menyayangi maka Allah tidak akan menyayanginya. Manusia yang memberi kasih sayang kepada penduduk bumi akan disayangi penduduk langit.

Rasul adalah sosok yang paling berkasih sayang dan dermawan, terlebih saat Ramadhan. Karena itu Islam mengharuskan Muslim berzakat fitrah saat Ramadhan.

*) Guru Besar Ilmu Hadis Universitas Kairo Mesir

Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))