Saturday, 28 Rabiul Awwal 1439 / 16 December 2017
find us on : 
  Login |  Register
Sabtu , 24 June 2017, 07:27 WIB

Kuliner Khas Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia

Rendang adalah makanan khas Sumatra Barat yang dimasak dengan cara ungkep di api kecil.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Aneka kuliner Nusantara biasanya memeriahkan suasana Lebaran setiap tahunnya. Seab itu, tak heran Indonesia disebut Surga Kuliner.

Lebaran sebentar lagi menjelang. Banyak orang bersiap menyambut hari nan fitri ini. Berikut beberapa makanan khas Lebaran dari berbagai daerah di Indonesia yang dirangkum Republika.co.id dari berbagai sumber:

1. Rendang (Sumatra Barat)
Masyarakat Minang biasanya menyajikan rendang sebagai menu khas Lebaran. Rendang bisa disajikan begitu saja atau menjadi pendamping menu lontong. Rendang yang dibuat tidak melulu dari daging, namun bisa juga berupa rendang ayam, rendang telur, atau rendang lokan (kerang).

2. Ayam Gagape (Makassar)
Menu Makassar bukan melulu coto atau konro. Ayam gagape adalah olahan lainnya yang biasa disajikan sebagai menu menyambut Lebaran.

Ayam gagape disebut juga opor ayamnya orang Makassar. Hidangan bersantan ini menjadi sajian utama menggunakan ayam kampung yang dibumbui rempah-rempah kompleks khas Sulawesi.

Hal yang membedakan opor ayam dengan ayam gagape adalah kuahnya yang sedikit, namun kental. Saat disajikan, ayam gagape ditaburi dengan kelapa parut yang disangrai.

3. Soto Banjar (Banjarmasin)
Soto Banjar menjadi andalan masyarakat Banjarmasin saat berlebaran. Kuliner Nusantara satu ini berbahan utama ayam yang diolah dengan aneka rempah, seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh.

Daging ayamnya disuwir dan disajikan dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, telur rebus, dan ketupat. Soto Banjar juga dipasangkan dengan sepiring nasi, bukan ketupat. (Mutia Ramadhani)

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)