Friday, 27 Rabiul Awwal 1439 / 15 December 2017
find us on : 
  Login |  Register
Ahad , 18 June 2017, 12:36 WIB

Tips Memilih dan Memasak Kurma

Rep: Novita Intan/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Agung Supriyanto
 Pedagang menunjukan buah kurma yang dijual di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (16/5).
Pedagang menunjukan buah kurma yang dijual di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (16/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kurma adalah buah terfavorit saat bulan puasa. Buah yang rasanya manis ini kerap dikonsumsi saat waktu berbuka maupun sahur.

Chief Putri Mentari mengatakan buah kurma sebenarnya tidak hanya bisa dimakan langsung saja. Buah ini juga bisa diolah menjadi masakan yang nikmat. Setidaknya, langkah pertama yang harus dilakukan dengan pemilihan kurma.

"Kurma kalau mau dimasak bisa yang bentuknya keras atau dalam bentuk kurma curahan. Maka kita bisa kreasikan jadi masakan misal, ayam goreng penyet sambel kurma, nasi tim kurma dan lainnya," ujarnya beberapa hari lalu di Jakarta.

Tapi apakah selama ini kita sudah memilih dan mengolah kurma dengan benar? Yuk, ikuti tips yang benar soal memilih, menyimpan, dan memasak kurma berikut ini.

Memilih Kurma
Perhatikan warna dan permukaan kurma. Pilihlah yang mengkilat, memiliki warna yang merata, dan tidak pecah-pecah. Aromanya juga perlu diperhatikan. Umumnya kurma yang baik memiliki aroma yang khas. Kalau membeli kurma dalam kemasan, perhatikan tanggal kedaluwarsanya juga.

Menyimpan Kurma
Kurma yang dijual di pasaran sangat beragam. Ada yang dijual dalam keadaan kering. Tapi ada juga yang dalam keadaan semi kering dan basah. Cara penyimpanannya bisa di suhu ruang, lemari es, maupun freezer.

Sementara kurma kering dan semi kering umumnya bisa bertahan hingga setahun di lemari pendingin. Hanya saja untuk kurma basah sebaiknya simpan dalam wadah tertutup di freezer.

Memasak Kurma
Kalau mau mengolah kurma untuk dimasak, belah dahulu lalu keluarkan bijinya. Setelah itu, rendam dengan air panas sejenak sebelum mengirisnya agar lebih mudah saat diolah atau dicampurkan ke bahan makanan lain.


 

Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)