Friday, 27 Rabiul Awwal 1439 / 15 December 2017
find us on : 
  Login |  Register
Jumat , 16 June 2017, 04:33 WIB

Haree, Suguhan Ramadhan Khas Emirat Arab

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Yudha Manggala P Putra
thenational.ae
Haree
Haree

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Ramadhan menjadi bulan keluarnya makanan-makanan khas dan spesial. Makanan iftar dan sahur menjadi dua momen yang dipersiapkan untuk menyajikannya. Di Emirat, raja makanan Ramadhan adalah haree, bubur daging khas pedesaan.

Haree termasuk paganan kuno yang hingga kini masih eksis. Makanan ini adalah tipe-tipe makanan yang dicintai setiap keluarga untuk dimakan bersama. Anak-anak dan para orang tua punya kenangan di dalamnya.

"Mayoritas orang Emirat, termasuk saya, cenderung lebih suka makanan lokal tradisional untuk Ramadhan," kata Sara Khalid AlBadi, seorang warga yang lahir dan besar di Uni Emirat Arab, dilansir The National.

Kurma dan laban juga jadi duo yang tidak tergantikan setiap iftar. Laban adalah sejenis yogurt khas Arab. Setelah makan kurma dan laban, orang Emirat akan makan nasi dan rebus-rebusan. Termasuk harees, ikan bakar dan samosa.

Untuk makanan penutup, mereka memakan balaleet (bihun manis dengan telur) dan Igeimat (donat yang disiram sirup). Sara mengatakan makanan-makanan ini sangat populer.

Meski demikian, jika harus memilih salah satu makanan saja, ia tentu akan memilih haree. Makanan ini seperti makanan pokok yang lengkap nutrisi juga mengenyangkan.

Tentu karena ia juga begitu tradisional dan turun temurun. Resepnya tidak pernah berubah sejak ratusan tahun lalu. Cara membuatnya pun tidak menyusahkan.

Daging, biasanya kambing atau sapi, direbus dengan api kecil. Sebelumnya daging sudah direndam dengan beragam rempah, buah-buah beri dan gandum. Dulu kala, haree dimasak di panci tanah liat.

Sekarang, semuanya disesuaikan dengan zaman. Setelah empuk dan menyerap, bentuknya akan jadi seperti bubur. Agar lebih halus, biasanya makanan ini dicampur dan diblender tangan.

Haree tak hanya khas di bulan Ramadhan. Ia juga sering disajikan di momen spesial lain seperti pernikahan dan Idul Fitri. "Kami sangat suka haree karena menghubungkan kami dengan akar kami," kata Sara.

Makanan ini menjadi warisan dari orang-orang terdahulu. Sehingga makan haree jadi bagian yang sangat penting dan esensial dalam kumpul-kumpul keluarga.

Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)