Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018
find us on : 
  Login |  Register
Sabtu , 27 June 2015, 16:36 WIB

Mengenal Baglava, Takjil Berbuka Asal Turki

Rep: C27/ Red: Winda Destiana Putri
Google
Baglava
Baglava

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Ramadhan identik dengan kemunculan makanan-makanan yang berbau Arab. Biasanya restoran dan hotel-hotel akan memanfaatkan momen tersebut sebagai ajang promosi kuliner yang menarik pengunjung untuk berbuka.

Begitu pula dengan Mercure Hotel Jakarta Sabang yang menghadirkan makanan-makanan khas Timur Tengah sebagai pelengkap menu buka puasa. Menu yang dihadirkan tiap harinya akan berbeda, namun ada satu menu khas Timur Tengah tersebut yang akan bisa ditemukan pelanggan selama bulan Ramadhan, yaitu baglava.

Makanan ini terbuat dari adonan roti yang sangat tipis, kacang pistachio yang dicincang halus dan dibaluri oleh karamel manis. Baglava di hotel ini akan terlihat begitu menggoda karena disajikan dalam bentuk dua jenis.

Model pertama, baglava dibuat lembar perlembar yang diisi campuran pistachio dan karamel, sehingga terlihat seperti bentuk meningkat. Sedangkan bentuk yang kedua, baglava dibuat seperti kue yang diisi oleh campuran kacang dan karamel di tengahnya.

"Jadi setiap layernya ada kacang dan karamel sebagai perekatnya," ujar Chef Billy Wicaksono selaku Sause Chef di dapur Mercure Hotel Jakarta Sabang, Jl. Agus Salim No. 11-13, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Baglava cukup populer di daratan Timur Tengah, meski asal dari makanan ini dari Turki. Makanan ini sangat cocok dikonsumsi sebagai takjil berbuka puasa dengan perpaduan rasanya yang manis, kering, dan renyah, sehingga tiap gigitannya terasa ringan dimulut.

"Arabic sweet ada modifikasi, karena di Arabnya sendiri manis banget," ujar Chef yang pernah bekerja di beberapa negara Arab.

Ia menjelaskan bahwa beberapa makanan, termasuk baglava sudah dimodifikasi agar sesuai dengan selera orang Indonesia. Tidak semua makanan luar, seperti Timur Tengah bisa diterima secara keseluruhan bagi lidah Indonesia.

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)