Friday, 27 Rabiul Awwal 1439 / 15 December 2017
find us on : 
  Login |  Register
Selasa , 27 June 2017, 15:35 WIB

Ketua MUI: Idul Fitri Momentum Tinggalkan Perselisihan

Rep: Halimatus sadiyah/ Red: Ratna Puspita
ROL/Havid Al Vizki
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kyai Ma'ruf Amin memaknai Idul Fitri sebagai momentum untuk menyatukan kembali umat. Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk meninggalkan perselisihan antara sesama agar benar-benar dapat kembali pada kesucian.

"Sebagai bangsa, (Idul Fitri) ini jadi momentum untuk menyatukan kembali masyarakat indonesia. Karena kita dalam rangka membangun bangsa ini, bersatu saja tidak mudah, apalagi tidak bersatu," kata Ma'ruf saat ditemui Republika di kediamannya di Desa Tanara, Serang, Banten, Selasa (27/6).

Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) tersebut berharap, tradisi silaturahmi saat Lebaran juga dapat menjadi perekat kesatuan, tidak hanya bagi sesama Muslim tetapi juga antarumat beragama lainnya.

Ma'ruf juga meminta​ para ulama melanjutkan perjuangan menebarkan ajaran Islam yang mengajak pada persatuan ummat. "Ulama harus terus, karena dengan persatuan dan keutuhan, baik sesama ummat maupun sesama bangsa, kita bisa mewujudkan cita-cita yang kita inginkan," kata dia.

Ma'ruf mengisi libur Hari Raya Idul Fitri dengan pulang ke kampung halamannya di Desa Tanara, Serang, Banten. Di kediamannya, ia menggelar gelar griya atau open house yang dihadiri keluarga besar Kyai Amin, ulama besar Banten yang merupakan​ ayah kandungnya.



Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))