Friday, 27 Rabiul Awwal 1439 / 15 December 2017
find us on : 
  Login |  Register
Selasa , 27 June 2017, 04:25 WIB

Idul Fitri, Khofifah Tekankan Substansi Silaturahim

Rep: BINTI SHOLIKAH/ Red: Ilham Tirta
ROL/Fakhtar K Lubis
 Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya substansi silaturahim dalam momen Idul Fitri 1438 H ini. Menurutnya, selama ini masyarakat mengenal silaturahim, tapi belum mendalami substansinya.

Khofifah menyatakan, silaturahim pada momen Idul Fitri artinya menyambung kasih dan menyambung persaudaraan. Masyarakat mewujudkan silaturahim dengan berjabat tangan atau salam-salaman. Salaman berasal dari Bahasa Arab yang artinya membangun perdamaian.

"Terlalu sering kita ucapkan. Hari ini harus kita ingatkan substansi silaturahim, bersalaman. Silaturahim itu membangun persaudaraan, membangun kasih sayang," jelasnya saat ditemui wartawan di sela acara Open House Idul Fitri 1438 H di rumahnya di Jl Jemursari, Wonocolo, Surabaya, Senin (26/6).

Acara silaturahim dalam bentuk Open House rutin digelar Khofifah sejak 1993, saat ia menjabat anggota DPR RI. Menurutnya, melalui silaturahim, ia menggabungkan konsep Habluminallah dan Habluminannas. Habluminannasnya diwujudkan dengan saling menyapa dan saling memaafkan.

"Kalau bangunan kasih sayang, bangunan persaudaraan itu kita revitalisasi saat Idul Fitri dalam rangka membentuk suasana yang damai, bukankah itu yang kita harapkan. Islam penuh damai, Islam yang penuh kasih, Islam yang terus membangun silaturahim, Islam yang terus membangun suasana damai," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU tersebut.

Sebelum menggelar Open House di Surabaya, pada hari pertama Lebaran Khofifah menggelar Open House di Jakarta. Tidak hanya warga Muslim yang berkunjung, tetapi juga warga nonmuslim.

"Di Jakarta itu tahun ini dan tahun lalu yang datang 50 persen lebih itu nonmuslim," ujarnya. Ia berharap melalui silaturahim dapat menjaga tali kasih dan tali persaudaraan.


Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)