Saturday, 7 Rabiul Awwal 1439 / 25 November 2017
find us on : 
  Login |  Register
Senin , 19 June 2017, 21:49 WIB

Pelabuhan Tanjung Priok Mulai Dipadati Pemudik

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ilham Tirta
Republika/Imam Budi Utomo
Penumpang arus mudik di Pelabuhan Tanjung Priok (ilustrasi).
Penumpang arus mudik di Pelabuhan Tanjung Priok (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga enam hari seblum lebaran 2017, pemudik sudah mulai menunggu naik kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk ke asal masing-masing. Pemudik Tommy Aziz (21 tahun) mengatakan, ia datang dari Bandung, Jawa Barat menaiki kapal laut pertamakalinya ke Bau-Bau, Sulawesi Tenggara untuk menyambangi mertuanya.

Ia memilih menggunakan kapal karena tarif yang ditetapkan masih lebih murah dibandingkan tiket pesawat. Tiket pesawat harus membayar sekira Rp 2-3 juta. Sementara dengan kapal laut cukup membayar Rp 435 ribu. Meski tak kesulitan mendapatkan tiket, ia masih memiliki keluhan. "Keamanan bisa lebih ditertibkan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya saat ditemui di pelabuhan, Senin (19/6).

Selain itu, ia meminta akses kendaraan umum untuk masuk ke pelabuhan ditingkatkan lagi karena ia sudah merasakan pengalaman tak enak dipunguti tarif ojek hingga Rp 100 ribu untuk membawa dia, istrinya, dan barang-barang dalam dua motor dari Terminal Tanjung Priok ke Pelabuhan yang leraknya berdekatan. Karena enggan dikerjaian, ia memilih naik taksi dan membayar Rp 40 ribu. Rencananya perjalanan ke Bau Bau memakan waktu tiga hari.

Pemudik lainnya, Budi setiawan (58 tahun) juga datang dari Bandung untuk kembali ke daerah asalnya Belitung. Ia mengaku lebih suka naik kapal karena bisa ngobrol lebih lama. Naik kapal bisa membutuhkan waktu 16-17 jam tergantung kelasnya. Sementara jika penerbangan naik pesawat hanya memakan waktu sekira sejam yang selisihnya hingga tiga kali lipat. Namun, ia mengakui mudik kali ini tak mudah karena orang hanya ingin hidup praktis.

Namun, ia meminta supaya sarana prasarana kapal lebih dilengkapi. Ia juga meminta tikar juga dilengkapi untuk istirahat sembari menunggu perjalanan.

Sumber : Center

Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)