Sabtu, 27 Zulqaidah 1438 / 19 Agustus 2017
find us on : 
  Login |  Register
Senin , 19 Juni 2017, 18:18 WIB

Polisi Imbau Warga Tangerang tak Gelar Takbir Keliling

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ilham Tirta
Antara
Nuansa takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri (ilustrasi).
Nuansa takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Warga Kota Tangerang diimbau untuk tidak melakukan pawai pada malam takbiran mendatang. Polisi akan menyebarkan kertas imbauan tersebut ke masjid-masjid yang ada di Kota Tangerang, Banten.

"Kami mengeluarkan imbauan agar masyarakat menggelar takbiran di masjid saja. Tidak usah ikut konvoi takbir keliling," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan, Senin (19/6).

Imbauan tersebut nantinya akan disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk tulisan. Polisi akan menempelkan imbauan tersebut di masjid yang ada di Kota Tangerang. "Nanti akan kita tempelkan di masjid-masjid. Ini bentuknya bukan larangan, tetapi berupa imbauan," kata Harry.

Menurut Harry, konvoi takbir keliling memiliki potensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta membuat kemacetan dehingga harus dihindari. Harry pun sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan razia skala besar.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Tangerang untuk melakukan razia skala besar. Ada kemungkinan segelintir orang yang membawa senjata tajam dalam konvoi tersebut," kata dia.

Di lain kesempatan, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah juga mengimbau hal yang sama dengan Harry. Arief mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan mengadakan Festival Bedug Takbir di Masjid Raya Al-Azhom, Tangerang.

"Jadi sudah ada imbauan dari kepolisian untuk tidak melakukan takbir keliling. Kami Pemkot juga mendorong pada waga masyarakat, mari kita siarkan nilai-nilai keagamaan di masjidnya masing-masing," ujar Arief.

Tanpa mengurangi semangat, lanjut Arief, ia ingin seluruh warganya untuk memakmurkan masjid dengan kegiatan takbiran. Menurutnya, lebih banyak manfaat yang bisa diambil daripada harus keliling-keliling.

"Tidak perlu keliling-keliling, nanti ada kecelakaan. Ya kita antisipasi dan lebih banyak manfaatnya kalau kita lalukan di masjid-masjid atau mushola," kata dia.

Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))