Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
Minggu, 28 Juli 2013, 13:13 WIB

PBNU Gelar Mudik Gratis

Republika/Aditya Pradana Putra
Suasana mudik bareng (ilustrasi).
A+ | Reset | A-

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) memfasilitasi pemudik yang ingin merayakan Idul Fitri 1434 Hijriah di kampung halamannya.

Seperti tahun sebelumnya, acara bertemakan ‘Semarak Lebaran 1434 H’ ini membebaskan pemudik dari biaya apa pun. Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang bertugas mendata pendaftar telah menyiapkan 51 bus untuk perantau yang ingin pulang kampung.

Tahun ini, kuota yang disediakan bisa mengangkut 2.754 orang. Pendaftaran sudah dibuka mulai Senin (22/7), di Posko Mudik Gratis di kantor PBNU. 

 Hingga kini, antusiasme masyarakat yang ingin mendaftar cukup tinggi. Hal itu terlihat dengan ramainya tempat pendaftaraan setiap harinya. “Mereka insya Allah diberangkatkan di halaman gedung PBNU pada Sabtu, 3 Agustus mendatang,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud, Ahad (28/7).

Ia mengatakan, mudik bareng ini dihelat sebagai bentuk pelayanan terhadap warga yang ingin pulang kampung, namun kesulitan keuangan.

Datangnya Lebaran, kata dia, semua orang berkumpul bersama dengan keluarganya di kampung untuk merayakan hari kemenangan. Karena itu, masyarakat yang tidak kebagian tiket transportasi umum perlu dibantu dengan fasilitas mudik gratis bersama NU agar tidak kehilangan momen spesial.

 Marsyudi menjelaskan, bus mudik gratis bakal mengantarkan perantau dengan tujuan kota berbeda. Paling dekat Cirebon, Jawa Barat, dan paling jauh adalah Banyuwangi, Jawa Timur.

Bagi yang rumahnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta, tidak perlu khawatir karena ada pula belasan bus yang siap mengantarkan mereka ke daerah asal. “Puluhan kota tujuan pemudik bakal dilewati bus mudik gratis NU,” ujarnya.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
784 reads
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
Topik: Salam Ramadhan
Tweet: #RAMADHANwithROL