Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
Selasa, 23 Juli 2013, 16:56 WIB

Ditegur KPI, Yuk Kita Sahur Langsung Berbenah Diri

Antara
Acara program televisi. (ilustrasi)
A+ | Reset | A-

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Yuk Kita Sahur "Trans TV" langsung melakukan evaluasi usai menerima surat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia pekan lalu. 

"Kami menyambut baik atas teguran yang disampaikan. Kami pun berusaha untuk mengubahnya,'' kata Hadiansyah kepada Republika, Selasa (23/7), saat dikonfirmasi.

Sejak tiga episode Yuk Kita Sahur ditayangkan, Hadiansyah mengatakan pihaknya mendapat catatan khusus oleh KPI. Sudah sejak itu pula tim dan penanggungjawab program melakukan perbaikan. Ia mengklaim, bahkan agar program tersebut tak terkena peningkatan sanksi KPI, imbauan intensif dan merata kepada seluruh pihak yang terkait dalam program telah dilakukan.

"Kami melakukan semacam imbauan kepada seluruh tim. Bahkan kepada para pemain dan pengisi acara juga sudah disampaikan, agar hal serupa tidak terulang," jelas Hadiansyah.

Evaluasi internal, kata dia, dilakukan dengan berbagai cara. Baik dengan berupa imbauan ataupun melalui briefing bersama satu tim sebelum program yang setiap harinya tepat pukul 02.00 WIB ini tayang.

Hadiansyah mengungkapkan, Trans TV dan penanggungjawab program Yuk Kita Sahur menganggap positif teguran yang dilayangkan KPI. Sebab, atas hal tersebut, jelasnya, berarti banyak masyarakat yang menonton program itu.

"Berarti pula, tanda ada kepedulian masyarakat akan tayangan ini. Kalau tidak ditonton, kan tidak terkena tegur,'' ungkapnya.

Atas hal tersebut, Trans TV berjanji akan selalu berusaha memperbaiki diri dan memperbaiki kualitas tayangan "Yuk Kita Sahur".

Reporter : Alicia Saqina
Redaktur : Hazliansyah
3.283 reads
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
Topik: Salam Ramadhan
Tweet: #RAMADHANwithROL