Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register
Selasa, 17 Juli 2012, 15:11 WIB

Sidang Isbat, Menag Minta Muhammadiyah Datang

Republika/Tahta Aidilla
Menteri Agama Suryadharma Ali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat penetapan awal ramadhan 1433H pada hari Kamis (19/7) mendatang di auditorium Kemenag, Jalan MH.Thamrin, Jakarta Pusat. Semua ahli hisab dan rukyat serta perwakilan ormas Islam turut diundang.

"Silakan datang ke sidang itsbat. Lihat ada rekayasa atau tidak. Sidang itu sangat terbuka dan dihadiri para ahli hisab rukyat, ormas Islam, dan perwakilan dari masyarakat,"imbuh Menteri Agama Suryadharma Ali di kantor Badan Pusat Statistik, Selasa (17/7).

Terkait pernyataan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang memutuskan tidak hadir dalam itsbat, Menag masih mengharapkan kehadiran perwakilan ormas bentukan KH Ahmad Dahlan itu. Apalagi, ujarnya, pihak Muhammadiyah telah diundang pada isbat tersebut.

“Saya berharap Muhammadiyah hadir di sidang isbat. Persatuan dan kebersamaan itu lebih baik daripada perbedaan,” ujarnya.

Menurut Menag pada sidang itsbat itu akan dilakukan rukyah untuk menentukan awal Ramadan. Setelah mendapatkan laporan dari berbagai daerah mengenai rukyah, baru bisa disimpulkan kapan dimulainya puasa.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil mengatakan, pihak tetap mengundang Muhammadiyah untuk ikut sidang itsbat. “Undangan sudah dilayangkan ke Muhammadiyah, sebagai anggota Badan Hisab dan Rukyah (BHR) Kemenag,” jelas Abdul Djamil.

“Perkara mereka tidak datang, ya tidak apa-apa. Tetapi lebih baik datang untuk menunjukkan kekompakan Islam di Indonesia,” kata Abdul Djamil. Kalaupun nantinya Muhammadiyah tetap mangkir di sidang isbat, tambah Abdul Djamil, keputusan sidang tetap berlaku dan harus dijalankan.

Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil menilai, selama ini PP Muhammadiyah cukup aktif dalam mengikuti agenda-agenda di BHR. Termasuk sidang isbat. “Tahun lalu mereka ikut,” tegas dia.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Hafidz Muftisany
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)