Sunday, 2 Safar 1439 / 22 October 2017
find us on : 
  Login |  Register
Senin , 19 June 2017, 05:10 WIB

Aparat Siap Razia Terminal Bayangan

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Agung Supriyanto
 Pemudik motor melintas di jalur alternatif motor di Lamaran, Karawang, Jawa Barat, Selasa (14/7).    (Republika/Agung Supriyanto)
Pemudik motor melintas di jalur alternatif motor di Lamaran, Karawang, Jawa Barat, Selasa (14/7). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Jawa Barat bersama aparat kepolisian setempat bersiap merazia sejumlah titik yang menjadi terminal bayangan bis antarkota antarprovinsi.

"Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menggelar razia terminal bayangan itu," kata Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan setempat Rohman, di Karawang, Ahad (18/6).

Ia mengatakan, kerja sama dengan kepolisian untuk melakukan razia seperti itu wajib dilakukan. Karena yang berhak menertibkan adalah pihak kepolisian, sedangkan Dinas Perhubungan hanya mendampingi.

"Aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang hanya dibolehkan di terminal resmi, bukan di terminal bayangan," kata dia lagi.

Adanya aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal bayangan dilarang, karena aktivitas tersebut akan mengganggu arus lalu lintas. Terkait dengan larangan itu, kata dia lagi, Dinas Perhubungan Karawang telah mengirim surat imbauan kepada perusahaan otobus untuk tidak menaikkan penumpang di terminal bayangan.

Dia juga mengimbau agar masyarakat juga tidak menaiki bus di terminal-terminal bayangan, sebab aktivitas tersebut mengganggu arus lalu lintas. Sepanjang jalan arteri Karawang Barat hingga Cikampek terdapat 12 titik terminal bayangan. Terminal bayangan itu kemungkinan masih tetap beroperasi selama musim mudik lebaran.

Sumber : antara

Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))