Rabu, 25 Rabiul Awwal 1439 / 13 Desember 2017
find us on : 
  Login |  Register
Ahad , 18 Juni 2017, 09:29 WIB

Jangan Lupakan Persiapan Ini Sebelum Pulang Mudik

Rep: Rr Laeny Sulistywati/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Edwin Dwi Putranto
Plang penunjuk arah disiapkan saat pengecekan kesiapan pengamanan jalur mudik oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di pos pantau Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (7/6).
Plang penunjuk arah disiapkan saat pengecekan kesiapan pengamanan jalur mudik oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di pos pantau Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (7/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki beberapa imbauan untuk pemudik maupun pengendara di arus mudik dan balik Idul Fitri 1438 H/2017 yang tinggal beberapa hari lagi.

Direktur Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer Kemenkes Gita Maya Koemara Sakti Soepono mengatakan, perlu ada kesadaran bagi yang mudik dengan kendaraan umum untuk memperhatikan kondisi kendaraan yang akan dinaiki supaya jangan sampai nanti di tengah jalan mengalami masalah. Selain itu, pemudik juga diingatkan kemungkinan berbagai hal termasuk kalau tidak mampu perjalanan jauh jangan memaksakan diri untuk menempuh perjalanan.

"Kesehatan, stamina itu penting. Harus mengerti bahwa jarak tempuh yang dilalui berapa lama, apakah sanggup atau tidak," katanya saat pemaparan kesiapan mudik 2017, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, ia menerangkan seringkali penumpang kendaraan seperti bus mengatakan ke sopir ingin cepat sampai. Kemudian yang mengendarai memiliki keinginan yang sama. Ini membuat sopirnya menjadi tidak konsentrasi karena ingin cepat tiba atau dia memaksakan diri padahal sopir kendaraan diminta istirahat setiap empat jam.

Ia juga meminta sopir jangan minum alkohol ketika berkendara. Para sopir juga diminta memeriksakan diri di pos kesehatan. Karena ada kemungkinan stres di jalanan kemudian tekanan darahnya naik.

"Kalau sudah dalam kondisi demikian dia harus istirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanannya ke tujuannya," katanya.

Ia juga meminta sopir jangan sibuk bermain telepon seluler selama berkendara karena tanggung jawab bukan hanya dirinya sendiri tetapi juga yang ada di mobil atau kendaraan itu. Pengendara roda dua juga diminta menggunakan masker. Jangan menaikkan penumpang lebih dari kapasitas. Ia juga mengimbau mudik gratis kendaraan roda dua dengan kereta api atau kapal bisa digunakan.

"Harap dimanfaatkan sebaik mungkin karena itu akan mengurangi risiko kecelakaan dan memungkinkan mudik aman dan sehat bisa terwujud," ujarnya.

Ia juga meminta pengendara melakukan peregangan atau stretching. "Karena kalau mengendarai dalam waktu lama (merasakan) kelelahan," katanya.

Peregangan juga penting supaya tidak kerasa penat dalam melakukan perjalanan jauh. Pengemudi juga harus memikirkan bahwa penumpang ada yang tidak tahan perjalanan jauh. Mungkin penumpang ini tengah tidak enak badan atau mengalami masalah. Kalau ada penumpang dengan kondisi seperti ini, ia meminta jangan dipaksakan.

"Mampirlah ke pos kesehatan itu supaya penumpang kondisi sakit mendapat pemeriksaan lebih dalam," ujarnya.

Terakhir, ia meminta semua pengguna jalan dan pemudik tetap harus berhati-hati, tak hanya selama arus mudik melainkan juga arus balik. Ia berharap semua tenaganya tidak dihabiskan ketika berlibur dengan anggota keluarga. Namun, ketika kembali ternyata tenaganya tinggal sisa-sisa. Sehingga pada saat kembali risikonya besar untuk tidak fokus dan terjadi kecelakaan.

Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))